KABARIKA.ID, MAKASSAR – Persaingan untuk menduduki kursi Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026-2030 semakin memanas. Senin (3/11/2025), bersama lima kandidat lain, Dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., Ph.D. muncul sebagai salah satu penantang serius yang membawa agenda perubahan berbasis tata kelola dan internasionalisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai Kepala Departemen Ilmu Biokimia Fakultas Kedokteran (FK) UNHAS, Dr. Marhaen Hardjo menawarkan visi yang berfokus pada penguatan fundamental akademik dan efisiensi kelembagaan.
Visinya terdiri dari delapan pilar utama yang menitikberatkan pada:
* Peningkatan kualitas akademik melalui penguatan kurikulum, inovasi pendidikan, serta kolaborasi penelitian dan publikasi internasional.
* Peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian masyarakat yang berdampak nyata.
* Penerapan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.
* Ekspansi kemitraan strategis dan peningkatan visibilitas internasional Unhas.
* Pengelolaan keuangan yang bijaksana untuk menunjang sustainability universitas.
Visi yang diusung Dr. Marhaen ini menawarkan perspektif yang sedikit berbeda dengan petahana, Prof. Jamaluddin Jompa.
Jika petahana banyak menyoroti konsep “Kampus Berdampak” dan peningkatan reputasi, Dr. Marhaen tampak lebih menekankan pada efisiensi internal, transparansi tata kelola, dan pengelolaan keuangan yang prudent.
Latar belakangnya di dunia kesehatan dan biomedis juga menjadi perhatian, membawa harapan akan penguatan riset-riset kesehatan dan sains kehidupan di Unhas.
Pertarungan ini akan diuji dalam pemungutan suara di Senat Akademik, di mana 94 senator akan menentukan tiga nama teratas yang berhak maju ke Majelis Wali Amanat (MWA).
Dr. Marhaen Hardjo harus bersaing ketat tidak hanya dengan sang petahana, tetapi juga dengan empat kandidat kuat lainnya untuk bisa melenggang ke tahap final. (*)
