KABARIKA.ID, MAKASSAR– Pengurus Pusat Ikatan Alumni Kehutanan (PP IKAHUT) Unhas bekerja sama dengan Sahabat Jamur sukses menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Budidaya Jamur Tiram”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini fokus pada peningkatan keterampilan wirausaha berbasis pemanfaatan limbah kehutanan.
Pelatihan berlangsung selama dua hari penuh, mulai dari 29 hingga 30 November 2025, dan diikuti oleh 19 peserta yang terdiri dari alumni dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Unhas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum IKAHUT Unhas, Bapak Ridwan. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini adalah langkah strategis alumni dalam mendorong terciptanya Green Entrepreneurship di kalangan generasi muda kehutanan.
“Kami ingin alumni dan mahasiswa tidak lagi hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan kerja. Budidaya jamur tiram ini adalah contoh nyata Multi Usaha Kehutanan (MUK) dengan konsep zero waste, yang mengubah limbah serbuk gergaji menjadi komoditas ekonomi tinggi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum IKA Unhas yang telah memfasilitasi penggunaan Gedung Pertemuan Alumni (GPA) Unhas sebagai lokasi pelaksanaan acara ini,” ujar Ketua Umum IKAHUT Unhas.
Hari Pertama: Teori dan Peluang Bisnis
Pada hari pertama, 29 November 2025, sesi teori dilaksanakan di Gedung Pertemuan Alumni (GPA) Unhas. Peserta menerima materi komprehensif mengenai teknik dasar budidaya dan peluang bisnis jamur.
Materi ini disampaikan langsung oleh Muh. Ichwan K, Selaku Founder Sahabat Jamur. Beliau memaparkan potensi pasar jamur tiram yang tinggi dan analisis usaha sederhana untuk skala UMKM.
Hari Kedua: Praktik Langsung
Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua, 30 November 2025, dengan sesi praktik budidaya jamur yang dilaksanakan di Prodi Kehutanan UIM.
Peserta mendapatkan pelatihan praktik pembuatan media tanam (baglog), teknik sterilisasi, hingga inokulasi bibit yang difasilitasi langsung oleh Muh. Ichwan K. Melalui praktik ini, peserta mahir mengidentifikasi komposisi media yang tepat, menguji kadar air, dan menerapkan prosedur higienis dalam penanaman.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal kewirausahaan bagi alumni dan mahasiswa, mendorong mereka menjadi agro-foresterpreneur yang tidak hanya melestarikan hutan tetapi juga mengelola sumber daya secara berkelanjutan. (*)
