KABARIKA.ID, PURWAKARTA – Bendungan Jatiluhur atau Bendungan Ir. H. Djuanda hingga kini masih tercatat sebagai bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan yang terletak di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini memiliki kapasitas tampung sekitar 3 miliar meter kubik air dan berperan strategis dalam menopang kebutuhan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bendungan yang diresmikan pada tahun 1967 tersebut menjadi tulang punggung pengelolaan sumber daya air di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Selain berfungsi sebagai penyedia air irigasi bagi ratusan ribu hektare lahan pertanian, Bendungan Jatiluhur juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA), penyedia air baku, pengendali banjir, serta destinasi wisata.

Air dari Bendungan Jatiluhur mengaliri jaringan irigasi yang menopang produksi pangan di kawasan Pantura Jawa Barat, termasuk Karawang, Bekasi, dan Indramayu.

Keberadaan bendungan ini dinilai sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Tak hanya itu, Bendungan Jatiluhur juga terintegrasi dengan dua bendungan besar lainnya di Sungai Citarum, yakni Bendungan Saguling dan Bendungan Cirata.

Ketiganya membentuk sistem pengelolaan air dan energi yang saling terhubung, menjadikan kawasan Citarum sebagai pusat bendungan terbesar di Indonesia.

Pemerintah terus melakukan pemeliharaan dan modernisasi infrastruktur Bendungan Jatiluhur agar fungsinya tetap optimal di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air.

Dengan peran vital tersebut, Bendungan Jatiluhur dipastikan masih akan menjadi aset strategis nasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (*)