KABARIKA.ID — Penambahan kuota pupuk bersubsidi tahun 2026 di Kabupaten Sampang, Madura, mendapat respons positif dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan pemerintah pusat tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Disperta KP Sampang, Nurdin, menyampaikan kenaikan alokasi pupuk subsidi bukan sekadar penambahan angka dalam pagu anggaran, tetapi momentum penting bagi petani untuk memaksimalkan hasil budidaya.
Ia menekankan agar tambahan kuota tersebut dimanfaatkan secara tepat sasaran, sesuai kebutuhan lahan dan pola tanam masing-masing petani.
Berdasarkan data Disperta KP Sampang, alokasi pupuk Urea pada 2026 mencapai 26.320 ton, meningkat dari 22.956 ton pada tahun sebelumnya.
Pupuk NPK juga mengalami kenaikan dari 20.108 ton menjadi 22.047 ton.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada pupuk organik. Tahun ini, alokasinya mencapai 5.077 ton, naik tajam dibandingkan 3.339 ton pada 2025.
Menurut Nurdin, peningkatan kuota pupuk organik diharapkan mampu mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan pupuk yang memadai harus diiringi penggunaan yang bijak agar berdampak nyata terhadap hasil panen.
Disperta Sampang berharap tambahan kuota pupuk subsidi tersebut dapat menjaga stabilitas produksi, meningkatkan hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)
