KABARIKA.ID, MAKASSAR – Suasana akademik internasional menyelimuti Ruang Senat Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (UNHAS) ketika para akademisi dari Indonesia dan Jepang berkumpul untuk meresmikan Indonesia Japan SDGs Summer Program: Advancing Global Nursing Perspectives, Senin (2/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih dari sekadar program pertukaran musim panas biasa, kolaborasi strategis ini menjadi fondasi baru bagi penguatan keperawatan global yang berkelanjutan.
Fakultas Keperawatan UNHAS menggandeng tiga universitas terkemuka Jepang—Niigata University of Health and Welfare, Okayama University, dan Kanazawa University, dalam program inbound yang dirancang untuk memperkokoh perspektif keperawatan global berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Program yang berlangsung hingga 17 Maret 2026 ini menjadi wadah pertemuan intelektual lintas budaya yang menjanjikan lebih dari sekadar pengalaman belajar biasa.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Keperawatan UNHAS, Syahrul Said menegaskan, bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun atmosfer akademik internasional yang produktif.
“Kemitraan lintas negara membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman lintas budaya, serta peluang riset bersama yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran dan daya saing global mahasiswa,” ujar Syahrul di sela-sela pembukaan acara.
Ia menyoroti pentingnya pengembangan joint research dengan tiga universitas mitra sebagai fondasi kolaborasi jangka panjang.
“Semakin kuat kolaborasi kita, bukan hanya inbound atau outbound, tetapi juga membuka peluang mahasiswa memperoleh pengalaman internasional dan penguatan atmosfer akademik sebagai salah satu luaran strategis,” tegasnya.
Dari kubu mitra, Fusayo Kobayashi dari Niigata University of Health and Welfare mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat dan interaksi akademik yang terbangun. Ia menilai keterlibatan langsung dengan mahasiswa dan dosen Unhas telah menciptakan dialog ilmiah yang konstruktif.
“Interaksi ini tidak hanya memperkaya wawasan kami tentang praktik keperawatan di Indonesia, tetapi juga memperkuat pondasi kerja sama institusional di masa mendatang,” kata Kobayashi.
Kepala Kantor Urusan Internasional UNHAS, Andi Masyitha Irwan, yang secara resmi membuka kegiatan ini, mendorong agar program serupa diperluas hingga jenjang doktoral.
“UNHAS memiliki beragam fakultas dan bidang keilmuan yang potensial untuk dikolaborasikan melalui skema internasional yang lebih luas dan terintegrasi. Melalui aktivitas internasional yang aktif, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran lintas budaya yang memperkaya perspektif global mereka,” jelas Masyitha.
Sepanjang program dua pekan ini, delegasi Jepang yang terdiri atas lima mahasiswa Okayama University, dua mahasiswa Kanazawa University, serta tiga dosen Niigata University of Health and Welfare akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan klinik yang komprehensif.
Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan ke rumah sakit pendidikan, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit jiwa, serta klinik perawatan luka.
Para peserta juga akan mengikuti class sit-in pada mata kuliah Keperawatan Paliatif, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Anak, dan Maternitas untuk memperoleh gambaran utuh praktik keperawatan di Indonesia.
Melalui program ini, Fakultas Keperawatan Unhas menegaskan komitmen strategisnya dalam membangun kolaborasi internasional yang berorientasi pada penguatan kapasitas akademik, riset kolaboratif, serta pengembangan kompetensi perawat yang adaptif terhadap tantangan kesehatan global. (*)
