KABARIKA.ID, BOGOR-– Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bogor secara aklamasi kembali memilih Andri Saleh Amarald, MBA sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) periode 2026-2031.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan itu dihasilkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) II yang berlangsung penuh kekeluargaan di Aula Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Ahad (7/6/2026).
Musda yang dihadiri langsung Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tersebut menandai babak baru kepemimpinan organisasi setelah Andri sukses menyelesaikan periode pertamanya. Kepercayaan yang kembali diberikan oleh peserta musda dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi kepemimpinan serta dedikasinya dalam merajut soliditas warga Sulawesi Selatan di Kota Bogor.
Dalam forum itu, para peserta menegaskan pentingnya menjaga semangat persaudaraan, memperkuat peran organisasi sebagai wadah silaturahmi, sekaligus meningkatkan kontribusi KKSS dalam pembangunan daerah. Musda II juga menjadi momentum konsolidasi untuk menyongsong kepengurusan lima tahun ke depan.
Usai terpilih, Andri menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta memperkuat pemberdayaan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Ia menilai organisasi harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Ia mengajak seluruh keluarga besar KKSS Kota Bogor untuk terus menjaga semangat gotong royong dan nilai-nilai budaya Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi prinsip sipakatau (saling memahami), sipakalebbi (saling menghormati), dan sipakainge (saling mengingatkan).
“Jumlah pengurus kita total sebetulnya ada hampir 60-an untuk pengurus aktif nanti di kepengurusan,” ujar Andri saat dikutip Radar Bogor.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa berbagai program kerja telah disiapkan, dengan fokus utama pada penguatan ekonomi daerah. “Kami ingin menjaga agar warga KKSS Kota Bogor ini mandiri secara ekonomi, sosial, dan budaya, sehingga mereka bisa membantu pemerintah dalam menjalankan segala program,” pungkas Andri.
Musda berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan, menandai komitmen baru perantau Sulawesi Selatan di Kota Bogor, yang dikenal sebagai Kota Hujan, untuk terus bersinergi dengan pemerintah serta masyarakat luas. (*)
