KABARIKA.ID, JAKARTA— Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI), Bernadus Wilson Lumi, mengajak seluruh organisasi pers di tanah air untuk memperkuat solidaritas dan membangun kolaborasi. Menurutnya, organisasi pers sebaiknya saling mendukung, bukan saling melemahkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu disampaikan Bernadus dalam sambutannya pada acara Gala Dinner peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 FPRMI, yang digelar di Ballroom DPD RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat malam.
“Antarorganisasi pers hendaknya saling mendukung. Jangan ada yang saling menjatuhkan, apalagi menjelek-jelekkan,” ujar Bernadus.
Ia menegaskan, eksistensi FPRMI bukan untuk menjadi pesaing, melainkan mitra strategis dalam memperkuat ekosistem pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab. Bernadus menilai kolaborasi antarlebaga pers sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia jurnalistik, sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya informasi yang akurat dan berimbang.
“Kami lahir bukan untuk bersaing. Organisasi ini dibentuk bukan untuk menjatuhkan pihak lain. Mari kita bekerja sama memajukan pers nasional, bangsa, dan negara Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bernadus menyoroti tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan jalur pengaduan ke Dewan Pers. Sepanjang tahun 2025, Dewan Pers tercatat menerima 1.286 pengaduan. Angka ini dinilainya sebagai indikasi positif bahwa publik semakin percaya pada mekanisme penyelesaian sengketa pemberitaan secara etis dan legal.
“Ini menandakan masyarakat semakin menyadari bahwa Dewan Pers adalah jalur yang tepat untuk mencari keadilan, klarifikasi, dan keseimbangan informasi,” ujarnya.
Namun, Bernadus mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen dari total pengaduan tersebut menyasar media siber. Sebagian besar aduan berkaitan dengan dugaan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, terutama terkait kewajiban melakukan konfirmasi dan penerapan prinsip cover both sides.
Kondisi itu, kata dia, menjadi pengingat bagi insan pers untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap kode etik dalam setiap proses produksi berita.
“Ini tugas kita bersama sebagai organisasi pers untuk terus memperkuat penerapan kode etik jurnalistik, terutama dalam hal konfirmasi dan pemberitaan berimbang,” pungkas Bernadus.(*)
