KABARIKA.ID, MAKASSAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kota Makassar. Muhammad Athallah Dzaky, siswa SMAN 16 Makassar, berhasil lolos sebagai anggota Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 dan akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan tersebut diraih setelah Dzaky melewati seluruh tahapan Seleksi Gita Bahana Nusantara tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar pada 13 Juli 2026. Lolosnya Dzaky menjadi pencapaian terbesar dalam perjalanan bermusiknya sekaligus membuka jalan untuk bergabung dalam paduan suara nasional yang bertugas pada upacara kenegaraan.
Rasa syukur pun tak bisa disembunyikan oleh pelajar kelahiran Makassar itu. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, latihan yang konsisten, doa, serta dukungan penuh dari keluarga, khususnya kedua orang tuanya.
“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan bahagia setelah dinyatakan lolos. Semua latihan, kerja keras, dan doa akhirnya membuahkan hasil. Saya juga sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat hingga saya bisa mencapai tahap ini. Keberhasilan ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan semua orang yang telah mendukung saya,” ujar Dzaky, Senin (20/7/2026).
Kecintaan terhadap dunia tarik suara menjadi alasan utama Dzaky mengikuti seleksi Gita Bahana Nusantara. Semangatnya semakin besar berkat inspirasi dari guru pembimbingnya, Andi Rahmat Hidayat, yang merupakan Purna Gita Bahana Nusantara 2017.
Selama masa persiapan, Andi Rahmat Hidayat mendampingi Dzaky secara intensif, mulai dari latihan vokal hingga pelaksanaan audisi. Bimbingan tersebut menjadi bekal penting hingga akhirnya Dzaky mampu tampil maksimal di hadapan dewan juri.
Pada sesi audisi, Dzaky membawakan lagu “Nun Dia Di Mana” karya Ismail Marzuki. Lagu tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter vokalnya yang memiliki warna suara bass sehingga mampu menonjolkan kualitas suara secara optimal.
Selain menyanyikan lagu pilihan, seluruh peserta juga mengikuti tes jangkauan vokal (range vocal) untuk mengukur kemampuan nada tertinggi dan terendah, serta tes primavista, yakni membaca notasi musik tanpa lirik untuk menguji kemampuan membaca not dan musikalitas.
Persiapan menuju audisi dilakukan sekitar tiga pekan. Meski waktunya relatif singkat, Dzaky memanfaatkannya dengan latihan vokal secara rutin, melengkapi seluruh persyaratan administrasi, menjaga kesehatan, mengatur waktu istirahat, serta mempersiapkan mental agar tetap tenang saat tampil.
Pengalaman bergabung dalam ekstrakurikuler Paduan Suara SVARA SMAN 16 Makassar juga menjadi modal penting. Dari kegiatan tersebut, ia belajar teknik vokal, kedisiplinan, hingga membangun kekompakan dalam bernyanyi bersama.
Meski demikian, perjalanan menuju keberhasilan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dzaky mengaku sempat merasa minder karena sebagian besar peserta seleksi merupakan mahasiswa dengan usia yang lebih dewasa. Namun, ia memilih tetap percaya diri dan fokus memberikan penampilan terbaik.
Momen paling berkesan baginya adalah ketika namanya diumumkan sebagai salah satu peserta yang lolos mewakili Sulawesi Selatan.
“Saya sangat bangga dan benar-benar tidak menyangka bisa lolos. Ini adalah kesempatan yang luar biasa karena saya akan menjadi bagian dari paduan suara yang bertugas di Istana Merdeka pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kesempatan untuk bernyanyi di hadapan Presiden Republik Indonesia merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan yang tidak akan saya lupakan,” tuturnya.
Dalam perjalanan bermusiknya, Dzaky mengaku banyak terinspirasi oleh musisi, konduktor, sekaligus arranger Purwacaraka. Ia mengagumi kemampuan Purwacaraka dalam menciptakan aransemen musik, terlebih karya-karyanya akan digunakan dalam penampilan Gita Bahana Nusantara di Istana Negara. Selain itu, Dzaky juga menyukai musik paduan suara, khususnya karya-karya era Renaissance yang kaya harmoni dan teknik vokal.
Bagi Dzaky, kesempatan menjadi anggota Gita Bahana Nusantara merupakan pencapaian terbesar dalam hidupnya. Ia pun bersiap mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Puslatnas) di Jakarta pada 1–19 Agustus 2026.
Selama masa pelatihan, seluruh peserta akan menjalani latihan intensif sebelum tampil dalam sejumlah agenda kenegaraan, mulai dari Konser Perdana di Kota Tua Jakarta, penampilan pada Sidang Tahunan MPR, hingga puncaknya menjadi bagian dari paduan suara pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Muhammad Athallah Dzaky lahir di Makassar pada 6 Agustus 2009. Ia merupakan alumni SD Sudirman IV Makassar dan SMP Negeri 6 Makassar, serta kini menempuh pendidikan di SMAN 16 Makassar. Dzaky adalah putra dari Muh. Arafah dan Rizki Fitriana.
Melalui kesempatan tersebut, Dzaky berharap dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia, sekaligus mengharumkan nama Sulawesi Selatan, SMAN 16 Makassar, dan keluarganya.
Ia juga berharap kisah perjuangannya dapat menginspirasi generasi muda agar berani bermimpi, tekun berlatih, dan tidak mudah menyerah dalam meraih prestasi. (*)
