KABARIKA.ID, ISLAMABAD — Seorang pejabat Iran memulai pertemuan pada hari Selasa (21/07/2026) dengan para mediator di Pakistan, sementara para diplomat berupaya menyelamatkan kesepakatan sementara yang telah gagal antara Iran dan Amerika Serikat (AS), ketika kedua negara terus melancarkan serangan memasuki hari kesepuluh pertempuran yang kembali berkecamuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Iran, Eskandar Momeni ini dilakukan saat Pakistan meningkatkan upaya diplomatik dalam beberapa hari terakhir untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut.

Namun, belum jelas pengaturan baru apa yang dapat dicapai untuk mengakhiri pertempuran ini.

Iran menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada Selasa dini hari (21/07/2026), memaksa awak kapal untuk meninggalkan kapal tersebut.

Sementara AS kembali melancarkan serangan udara yang menargetkan beberapa lokasi di Iran.

Serangan udara AS yang berlangsung selama 10 malam berturut-turut tidak membuat Teheran melonggarkan cengkeramannya atas Selat Hormuz, jalur yang pada masa damai dilalui oleh sekitar seperlima dari total perdagangan minyak mentah dan gas alam dunia.

Kesepakatan sementara yang ditandatangani bulan Juni lalu, yang sedianya bertujuan mengakhiri pertempuran, telah gagal total.

Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz sebagian besar telah terhenti. Seiring dengan meningkatnya intensitas pertempuran, kedua belah pihak telah menargetkan infrastruktur sipil yang menjadi tumpuan hidup jutaan orang.

“Iran dan kelompok-kelompok yang mendukung Iran dapat menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau di lokasi-lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan warga Amerika di seluruh dunia,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan baru yang ditujukan kepada warga negara Amerika.

Eskalasi ini telah mendorong kenaikan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.

Minyak mentah acuan Brent diperdagangkan pada harga hampir $90 per barel pada hari Selasa, dan harga bensin biasa di AS naik hingga rata-rata $4 per galon, sehingga menambah beban pengeluaran warga AS menjelang pemilihan umum paruh waktu musim gugur ini.

Presiden Donald Trump menggunakan media sosial pada hari Senin untuk memperingatkan bahwa setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan menanggung akibat yang jauh lebih berat atas pembunuhan tersebut!

Pejabat Iran Memulai Pertemuan di Pakistan

Mendagri Iran Momeni bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir. Kedua pejabat itu melakukan perundingan secara tertutup.

Momeni juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif pada hari Rabu.

Pimpinan politik Pakistan dan Munir telah memainkan peran kunci dalam menengahi kesepakatan sementara bulan lalu antara AS dan Iran.

Islamabad terus berupaya membujuk kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan masalah-masalah yang belum tuntas berdasarkan nota kesepahaman bulan Juni.

Pihak berwenang tidak segera merilis rincian pertemuan tersebut, yang berlangsung di tengah berlanjutnya serangan Teheran terhadap sekutu-sekutu AS di Teluk.

Militer Yordania menyatakan pada hari Selasa, bahwa Iran menargetkan wilayahnya dengan lima pesawat nirawak dan tiga rudal, yang semuanya berhasil ditembak jatuh.

Bahrain membunyikan sirene peringatan rudal pada Selasa sore, saat gelombang serangan Iran lainnya menyasar kerajaan kepulauan tersebut, yang juga menjadi pangkalan bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS.

Pada hari Minggu, Menlu AS Marco Rubio mengatakan kepada para wartawan bahwa AS masih terbuka untuk bernegosiasi dengan Iran, namun negosiasi tersebut haruslah nyata.

Belum jelas apakah Teheran akan menawarkan sesuatu yang dianggap nyata oleh Trump.

Serangan AS Terjadi di Tengah Insiden Penyerangan Kapal

Komando Pusat militer AS pada hari Selasa menyatakan bahwa pihaknya menargetkan pusat komando militer Iran, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan pesawat nirawak (drone), serta sistem pertahanan udara.

Pihak komando juga merilis rekaman tambahan mengenai pengeboman yang menyasar sejumlah lokasi di Iran.

“Pasukan Amerika tetap bersiaga dan siap untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan terhadap pelaut sipil yang hendak melintasi selat tersebut secara bebas dan terbuka,” demikian pernyataan komando pusat AS.

Media pemerintah Iran melaporkan adanya suara ledakan di provinsi Fars, Hormozgan, Ilam, Kerman, serta Sistan dan Baluchistan akibat serangan AS.

Namun, arus lalu lintas kapal melalui selat tersebut melambat drastis di tengah gelombang kekerasan terkini. Lloyd’s List Intelligence mencatat hanya tiga kapal yang melintasi selat itu pada hari Minggu.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal tanker diserang pada Selasa dini hari di perairan selat dekat Oman, yang memaksa awak kapal untuk meninggalkan kapal tersebut.

Korps Garda Revolusi Iran mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, serta dua serangan lainnya terhadap kapal-kapal di jalur perairan itu pada hari Senin.

Rute di sekitar Oman merupakan jalur yang disarankan oleh militer AS bagi kapal-kapal agar dapat menghindari kendali Iran. (rus)