KABARIKA.ID, PARIS/MADRID — Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa selama dua bulan terakhir, sungguh mendatangkan bencana besar yang menghancurkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebakaran hutan hebat yang memicu pusaran api melanda sebagian wilayah Prancis pada hari Sabtu (25/07/2026), sementara Spanyol terus berjuang memadamkan kobaran api besar.
Lebih dari 300.000 orang di kedua negara tersebut telah dievakuasi. Pihak berwenang memperingatkan akan adanya malam yang sulit beberapa hari ke depan.
Sebelumnya pada hari itu, para pejabat di kedua negara sempat mengindikasikan bahwa beberapa titik api mulai mereda. Namun, menjelang malam, mereka memerintahkan evakuasi lanjutan setelah kebakaran di wilayah Gironde, Prancis (tempat kota Bordeaux berada) kembali mengganas.
“Kebakaran tersebut menciptakan anginnya sendiri, lengkap dengan pusaran api, sehingga pergerakannya menjadi tidak menentu dan sulit dikendalikan. Ini akan menjadi malam yang sulit lagi,” ujar Kapten Pemadam Kebakaran, Nicolas Braz.
Di Spanyol, pihak berwenang juga memerintahkan evakuasi baru di dekat kota Toledo, sebelah barat daya Madrid, seiring memburuknya situasi.
“Hari ini kami merasa jauh lebih pesimistis dibandingkan kemarin,” ujar Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska kepada para wartawan.
“Kondisi cuaca sama sekali tidak membantu, embusan angin kencang diperkirakan akan mendorong api bergerak ke arah selatan. Situasi malam ini tidak akan menguntungkan bagi kami. Situasinya rumit,” papar Grande-Marlaska.

Evakuasi Terus Berlanjut
Petugas pemadam kebakaran yang kelelahan setelah berhari-hari berjibaku memadamkan kobaran api tanpa henti, belum berhasil mengendalikan kebakaran hebat yang telah menewaskan dua petugas pemadam kebakaran Prancis di dekat Bordeaux awal pekan ini.
Kebakaran hutan terpisah di dekat kota Valencia, Spanyol timur, menewaskan satu orang pada hari Sabtu, sebelum petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikannya.
Prancis awalnya mengevakuasi 197.000 orang dari wilayah sekitar Bordeaux dalam salah satu operasi evakuasi terbesar di negara itu pada masa damai.
Meskipun sekitar 3.000 warga kemudian diizinkan kembali, 55.000 orang lainnya diperintahkan untuk mengungsi pada Sabtu malam, sehingga total jumlah orang yang dievakuasi di Gironde menjadi lebih dari 200.000 jiwa.
Di Spanyol, sekitar 60.000 orang telah dievakuasi dari desa-desa di sebelah barat Madrid pada hari yang sama.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez mengatakan prioritas utamanya tetaplah menyelamatkan nyawa.
Kemudian pada hari Sabtu, pihak berwenang memerintahkan evakuasi di setidaknya delapan wilayah administratif (munisipalitas) dekat Toledo, meskipun jumlah warga yang terdampak belum diketahui secara pasti.
Di kota Brunete, sebelah barat Madrid, Wali Kota Mar Nicolas menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang sangat menghancurkan.
“Kebakaran terjadi setiap tahun, namun kali ini dampaknya luar biasa besar. Ini adalah sebuah bencana besar,” ujar Nicolas.
Gelombang Panas Memperparah Krisis
Kebakaran di Prancis dan Spanyol menyebar dengan cepat akibat kondisi lahan yang sangat kering dan mudah terbakar, ibarat tumpukan kayu kering yang siap disulut api, yang dipicu oleh gelombang panas bertubi-tubi yang melanda kedua negara sejak bulan Mei.
Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim memperparah kekeringan serta membuat peristiwa cuaca ekstrem terjadi lebih sering dan lebih parah. Eropa tetap menjadi benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia.

Kedua negara telah menerima bantuan dari Uni Eropa, termasuk pesawat pemadam kebakaran dari negara-negara anggota lainnya.
Prancis telah mengerahkan 1.500 tentara dan 1.700 personel keamanan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran di dekat Bordeaux.
Pada hari Sabtu, sebuah pesawat angkut militer A400M turut dikerahkan untuk bergabung dengan pesawat-pesawat pengebom air (water-bombing) berukuran lebih kecil yang sudah lebih dulu berjuang memadamkan api.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Sébastien Lecornu, mengatakan bahwa 1.400 petugas pemadam kebakaran sedang berjibaku memadamkan kobaran api, dengan tambahan personel yang didatangkan dari Paris.
Tempat penampungan darurat didirikan di berbagai sekolah dan gedung olahraga di wilayah barat daya Prancis, untuk menampung warga serta wisatawan yang harus mengungsi.
Seorang wisatawan asal Irlandia, Nuala Kelly (75 tahun), mengaku belum pernah menyaksikan kejadian seperti ini sebelumnya.
“Belum pernah, belum pernah, belum pernah… padahal saya sudah bepergian ke seluruh penjuru dunia,” ujarnya kepada dari pusat pameran Bordeaux, tempat ribuan pengungsi ditampung.
Olivier Stewart (38 tahun), warga Prancis yang mengungsi dari desa Mérignac bersama istri dan anak-anaknya, mengatakan bahwa anak-anaknyalah yang merasa paling cemas.
“Mereka mengira api akan menghanguskan rumah kami, namun kami berusaha menghadapinya dengan tenang,” ujarnya.
Etape Tour de France Dipangkas
Etape terakhir Tour de France pada hari Minggu (26/07/2026) dipangkas setelah Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa petugas kepolisian yang ditugaskan untuk pengamanan balapan, akan dialihkan untuk membantu penanganan keadaan darurat akibat kebakaran hutan.
Rekor Luas Lahan Terbakar
Citra satelit dari badan cuaca Spanyol, Aemet, memperlihatkan kepulan asap dari kebakaran hutan di Prancis dan Spanyol mulai menyatu di atmosfer.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan bahwa kebakaran di seluruh negeri telah menghanguskan hampir 98.000 hektare lahan, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Menurut pejabat setempat, di wilayah barat daya Prancis saja, kobaran api telah menghanguskan lebih dari 32.000 hektare lahan, kira-kira tiga kali luas kota Paris, serta merusak setidaknya 100 bangunan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negara itu akan melakukan pembangunan kembali kawasan yang terbakar.
Sementara di Spanyol, kebakaran hutan di sebelah barat Madrid telah menghanguskan hingga 25.000 hektare lahan, menurut Kementerian Dalam Negeri setempat.
Dua dari tiga kebakaran hutan besar di negara itu telah menyatu menjadi satu kobaran api, memicu kekhawatiran bahwa api tersebut dapat bergabung dengan titik api lainnya dan menciptakan kebakaran raksasa yang hanya berjarak beberapa kilometer dari ibu kota Spanyol.
Taman Nasional Cairngorms Juga Terbakar
Selain di Prancis dan Spanyol, kebakaran juga melanda Taman Nasional Cairngorms yang sudah berlangsung lebih dari sepekan.
Taman Nasional Cairngorms terletak di timur laut Skotlandia, tepatnya di jantung Dataran Tinggi Skotlandia (Scottish Highlands).
Kawasan ini merupakan taman nasional terbesar di Britania Raya. Lokasi dan wilayahnya mencakup area seluas 4.528 kilometer persegi. Meliputi wilayah Aberdeenshire, Angus, Highland, Moray, serta Perth dan Kinross. Geografi taman nasional ini berupa pegunungan tinggi, hutan purba, dan danau
Menteri Pertama Skotlandia telah meminta bantuan militer dari pemerintah Inggris untuk memperkuat lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran yang terus berupaya memadamkan kebakaran yang telah berkecamuk di Taman Nasional Cairngorms, selama 11 hari terakhir.
Keadaan ini memaksa dilakukannya evakuasi warga dari rumah-rumah di wilayah terpencil tersebut. (rus)
