KABARIKA.ID,JAKARTA -Nama Muhammad Sapri Andi Pamulu, Ph.D. kembali mencuri perhatian, bukan hanya di kalangan alumni Teknik Universitas Hasanuddin, tetapi juga dalam lingkup kebudayaan dan profesionalisme nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosok yang dikenal sebagai Ketua Umum Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) ini memiliki perjalanan yang menarik: berangkat dari akar sejarah dan budaya Bone, tumbuh sebagai aktivis mahasiswa, menempuh pendidikan tinggi hingga Australia, berkiprah di dunia konstruksi dan korporasi, memimpin organisasi alumni, dan kini dipercaya memasuki panggung baru sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Prima Logistik Bulog (JPLogistics).

Sebagai Ketua Umum PERWIRA LPMT, Sapri memiliki tanggung jawab menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai warisan La Patau Matanna Tikka, Raja Bone ke-16. Di bawah kepemimpinannya, organisasi kekerabatan tersebut tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi keluarga besar, tetapi berkembang menjadi ruang untuk merawat sejarah, memperkuat kebudayaan, membangun jejaring, dan mendorong pemajuan peradaban Bugis.

PERWIRA LPMT secara konsisten mengembangkan berbagai agenda kebudayaan, mulai dari rapat kerja dan koordinasi organisasi, Silaturahmi Nasional, kemitraan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, hingga penyelenggaraan Gau’ Maraja La Patau Matanna Tikka. Perhelatan tersebut telah bergerak dari satu daerah ke daerah lain, termasuk Soppeng dan Maros, dan pada 2026 diarahkan menuju gagasan Festival Peradaban Agraris Bone.

Peran Sapri dalam Lapatau menjadi menarik karena ia tidak sekadar menjalankan fungsi organisatoris. Ia juga aktif menuangkan pemikirannya melalui tulisan mengenai sejarah, kebudayaan, manuskrip lontaraq Bugis, hingga gagasan tentang bagaimana warisan masa lalu dapat diterjemahkan menjadi energi pembangunan masa kini.

Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah “Simfoni Lumbung”, yang mencoba mempertautkan geologi, pangan, kebudayaan, dan pengembangan geopark. Ia juga menaruh perhatian pada naskah-naskah lontaraq Bugis, termasuk manuskrip yang tersimpan di Berlin, Jerman.

Di sinilah sosok Sapri menjadi menarik. Dunia yang ditekuninya tidak hanya berputar pada angka, proyek, kontrak, dan korporasi. Ia juga memiliki perhatian kuat terhadap identitas, sejarah, dan kebudayaan. Bahkan, tema besar yang diangkat PERWIRA LPMT pada tahun ini memiliki relevansi kuat dengan perjalanan profesional barunya, yakni spirit pangan La Patau Matanna Tikka.

La Patau pada zamannya dikenal memiliki perhatian terhadap ketahanan pangan Bone di tengah dinamika geopolitik abad ke-17. Berabad-abad kemudian, salah satu keturunannya justru dipercaya berada di sebuah perusahaan yang memiliki peran dalam mata rantai logistik pangan nasional. Instrumennya memang berbeda, tetapi semangatnya memiliki titik temu: bagaimana memastikan pangan dapat dikelola dan didistribusikan secara efektif untuk kepentingan masyarakat.

Sapri lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 20 April 1968. Ia tumbuh dalam lingkungan yang kuat dengan nilai integritas, kehormatan, dan tradisi. Latar belakang keluarga yang terhubung dengan garis keturunan bangsawan Bone, khususnya trah Raja Bone ke-16 La Patau Matanna Tikka, kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya dalam bidang kebudayaan.

Pendidikan dasar hingga menengah diselesaikannya di Watampone, masing-masing di SDN 11 Watampone, SMPN 1 Watampone, dan SMAN 1 Watampone. Jiwa kepemimpinan Sapri mulai terlihat sejak masa sekolah. Pada 1986, ia dipercaya menjadi Ketua OSIS.

Setahun kemudian, ia meninggalkan Bone menuju Makassar untuk menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Hasanuddin. Sebagai mahasiswa angkatan 1987, Sapri berkembang menjadi aktivis kampus yang produktif. Ia pernah menjadi Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Sipil, Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas periode 1990–1991, serta Koordinator Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil se-Indonesia (FKMTSI).

Minatnya terhadap dunia media dan komunikasi juga telah tumbuh sejak masa mahasiswa. Ia menggagas surat kabar mahasiswa Channel 9 dan terlibat dalam pengelolaan divisi usaha penerbitan kampus Identitas. Pengalaman tersebut kelak menjadi salah satu modal penting dalam membangun kemampuan komunikasi, jejaring, dan kepemimpinannya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Unhas, perjalanan akademiknya berlanjut hingga Australia. Di Victoria University, Melbourne, Sapri memperoleh gelar Master of Engineering in Project Management. Prestasinya di bidang akademik juga menonjol dengan pencapaian nilai tertinggi pada sejumlah mata kuliah dan penghargaan seperti Major Project Award, CMR Consultant Award, dan Multiplex Construction Award.

Perjalanan akademiknya kemudian mencapai tingkat doktoral. Pada 2006–2010, melalui beasiswa penuh, ia menempuh pendidikan di Queensland University of Technology (QUT), Brisbane, dan menyelesaikan penelitian mengenai daya saing berkelanjutan perusahaan konstruksi besar di Indonesia.

Riset tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah buku mengenai manajemen strategi dalam industri konstruksi. Dari sinilah terlihat bahwa perjalanan Sapri tidak berhenti pada disiplin teknik sipil. Ia mulai memperluas cakrawala ke wilayah manajemen proyek, strategi bisnis, daya saing perusahaan, hingga tata kelola organisasi.

Pengalaman profesionalnya pun berkembang sejalan dengan kapasitas akademiknya. Sapri pernah menjadi spesialis manajemen strategi di PT Wiratman, terlibat dalam pengembangan proyek energi berbasis Independent Power Producer (IPP), serta skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Ia juga pernah dipercaya menjadi komisaris PT Inovasi Benua Maritim dan penasihat PT Citra Transpor Nusantara. Di bidang akademik, pengalaman tersebut diperkaya dengan kiprahnya sebagai pengajar manajemen proyek di Universitas Indonesia.

Perpaduan pengalaman teknis, manajemen proyek, riset strategi, serta organisasi membuat cara pandang Sapri terhadap dunia profesional menjadi semakin luas. Baginya, persoalan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah proyek diselesaikan, tetapi juga bagaimana organisasi menciptakan nilai, membangun daya saing, membaca perubahan, dan menjaga keberlanjutan.

Kepercayaan besar datang pada 2021 ketika Sapri dipercaya menjadi Direktur Utama PT Indah Karya (Persero), setelah sebelumnya berkiprah sebagai komisaris di PT Geomarindex. Ia juga aktif dalam American Society of Civil Engineers (ASCE) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Di PII, ia menyandang gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) dan menjabat sebagai Deputy Ketua Umum PII bidang Registrasi Insinyur dan Penegakan Kode Etik Insinyur periode 2024–2027.

Pengalaman sebagai pimpinan perusahaan memberikan ruang bagi Sapri untuk menerjemahkan pengetahuan akademik dan pengalaman profesionalnya ke dalam praktik korporasi. Ia berhadapan dengan persoalan strategi, pengembangan bisnis, jasa konsultansi, konstruksi, tata kelola, dan dinamika organisasi.

Pada saat yang sama, Sapri tetap menjaga keterikatannya dengan dunia alumni. Pada periode 2024–2028, ia dipercaya memimpin Ikatan Alumni Teknik (IKATEK) Universitas Hasanuddin sebagai Ketua Umum.

Di organisasi tersebut, Sapri mendorong transformasi alumni melalui penguatan jejaring, digitalisasi, dan pembangunan basis data alumni. Baginya, organisasi alumni idealnya tidak sekadar menjadi ruang nostalgia dan silaturahmi, tetapi menjadi kekuatan profesional yang dapat menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat dan bangsa.

Kini, perjalanan panjang tersebut membawanya ke amanah baru. Sapri resmi dipercaya sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Prima Logistik Bulog (JPLogistics), anak perusahaan Perum Bulog yang bergerak dalam bidang freight forwarding, pergudangan, project shipment, jasa angkutan, dan berbagai layanan logistik.

Ucapan selamat pun datang dari keluarga besar IKATEK Unhas. Ketua Harian IKATEK Unhas, Ir. Anwar Mattawape, S.T., MBA, menyampaikan harapan agar amanah baru tersebut menjadi jalan bagi Sapri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, masyarakat, dan bangsa.

“Teruslah berkarya, berinovasi, dan menginspirasi,” menjadi pesan yang disampaikan jajaran pengurus IKATEK Unhas kepada sosok yang akrab disapa Sapri tersebut.

Penunjukan ini memiliki arti strategis jika dilihat dari pengalaman dan latar belakang Sapri. JPLogistics berada dalam ekosistem Bulog yang memiliki posisi penting dalam distribusi pangan nasional. Pengembangan usaha perusahaan logistik bukan hanya soal mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga bagaimana membangun sistem distribusi yang semakin efisien, terintegrasi, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pangan Indonesia yang sangat luas.

Logistik pada akhirnya bukan sekadar aktivitas memindahkan barang dari satu titik ke titik lainnya. Di dalamnya terdapat persoalan pergudangan, konektivitas antardaerah, efisiensi transportasi, pengelolaan persediaan, pemanfaatan infrastruktur, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Dalam konteks pangan, logistik bahkan menjadi bagian dari ketahanan nasional. Sebagus apa pun produksi pangan, manfaatnya tidak akan optimal jika distribusinya terganggu. Karena itu, perusahaan logistik memiliki peran penting dalam memastikan komoditas dapat bergerak secara tepat waktu, efisien, dan menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Pengalaman Sapri di dunia konstruksi, infrastruktur, strategi korporasi, manajemen proyek, organisasi, dan BUMN menjadi modal penting untuk memasuki medan tersebut. Ia memiliki pengalaman melihat sebuah persoalan dari hulu hingga hilir, dari pembangunan infrastruktur hingga bagaimana aset dan sumber daya dapat menghasilkan nilai ekonomi.

Menariknya, perjalanan baru ini kembali mempertemukan Sapri dengan tema yang selama ini juga menjadi perhatian kulturalnya di PERWIRA LPMT: pangan.

Dari perspektif sejarah, La Patau Matanna Tikka pernah menghadapi persoalan ketahanan pangan dalam konteks zamannya. Dari perspektif masa kini, Sapri memasuki dunia yang berkaitan dengan rantai pasok pangan nasional melalui JPLogistics.

Seolah terdapat garis yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Dari menjaga pusaka La Patau, menjaga marwah alumni, hingga kini ikut menjaga kelancaran logistik pangan negeri.

Tiga ruang yang selama ini digelutinya, yakni kebudayaan, organisasi profesional, dan korporasi, mungkin tampak berbeda. Namun, ketiganya memiliki satu titik temu: kepemimpinan yang berorientasi pada kebermanfaatan.

Sapri Pamulu tampaknya memahami bahwa warisan tidak cukup hanya disimpan, tetapi harus dihidupkan. Organisasi tidak cukup hanya dipimpin, tetapi harus digerakkan. Dan perusahaan tidak cukup hanya dijalankan, tetapi harus dikembangkan agar mampu memberi nilai lebih besar.

Kini, alumnus Teknik Sipil Universitas Hasanuddin itu memasuki babak baru. Dari Bone ia membawa akar sejarah. Dari Unhas ia membawa tradisi intelektual dan kepemimpinan. Dari Australia ia membawa perspektif global. Dari dunia konstruksi dan korporasi ia membawa pengalaman profesional. Dari Lapatau ia membawa kesadaran sejarah dan kebudayaan. Dan dari IKATEK ia membawa semangat pengabdian kepada almamater.

Semua pengalaman tersebut kini bertemu di satu panggung baru: membangun bisnis logistik yang lebih kuat untuk menopang ketahanan pangan Indonesia.

Seperti sebuah perjalanan panjang yang belum selesai, amanah baru ini menjadi kesempatan bagi Sapri untuk kembali membuktikan satu prinsip yang tampaknya selalu menyertai perjalanan hidupnya: masa depan hanya dapat dibangun dengan baik oleh mereka yang mampu membaca masa lalu, memahami perubahan zaman, dan menerjemahkannya menjadi karya nyata.