KABARIKA.ID, MAKASAR – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi bukti bahwa target besar bangsa dapat diwujudkan melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak para ulama untuk turut mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi keynote speaker pada Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan bertema “Meneguhkan Peran Utama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat Menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban” di Makassar, Sabtu (22/8/2026).

Di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, dan peserta Musda, Mentan Amran mengatakan swasembada pangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara kuat pada 2045.

“Kami ingin melaporkan apa capaian kita bersama. Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia harus swasembada beras dan tidak impor beras. Kami keliling Indonesia, mendengar langsung kebutuhan petani, memperbaiki berbagai persoalan di lapangan, dan Alhamdulillah hari ini kita bisa mencapai swasembada,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, capaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari ancaman krisis global hingga praktik-praktik yang merugikan petani dan negara.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang menghambat upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

“Pilihan kami hanya dua, berhenti atau menegakkan kebenaran. Selama napas masih dipinjamkan Allah, kami akan terus menegakkan kebenaran dan tidak pandang bulu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga memaparkan berbagai langkah transformasi yang sedang dijalankan pemerintah, mulai dari penguatan produksi pangan, hilirisasi komoditas pertanian, hingga pengembangan energi berbasis sumber daya pertanian nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi dunia apabila mampu mengelola sumber daya alamnya melalui hilirisasi dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

“Dunia saat ini menghadapi tiga krisis besar, yaitu air, pangan, dan energi. Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar. Mimpi kita adalah menjadi negara superpower pada 2045. Caranya, setiap pulau harus mandiri pangan, mandiri energi, dan mandiri protein,” ujarnya.

Mentan Amran menjelaskan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kelapa dan sawit akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Dengan pengolahan di dalam negeri, nilai ekonomi yang dihasilkan dapat berlipat ganda sekaligus membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama, untuk terus mendukung berbagai agenda transformasi yang tengah dijalankan pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

“Kami mohon doa dan dukungan dari para ulama. Transformasi besar tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kalau kita bersatu dan bekerja keras, Insya Allah Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, mandiri, dan disegani dunia,” tutup Mentan Amran.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP MUI, Buya Arif Fahrudin, mengatakan MUI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai agenda pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Majelis Ulama Indonesia adalah rumah besar umat yang harus mampu mempersatukan seluruh kekuatan bangsa. Tantangan ke depan semakin berat sehingga dibutuhkan ukhuwah, kepedulian, dan kerja bersama untuk memperbaiki kondisi umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Buya Arif.