KABARIKA.ID, TANGERANG SELATAN — Warga RW 06 Perumahan Panorama Serpong, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Perumahan Panorama Serpong sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang menarik, perayaan tersebut diwarnai sajian Nasi Ulam Tangsel Terpanjang dengan panjang mencapai 81 meter, sesuai dengan angka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan yang dipusatkan di Bundaran Panorama Serpong itu menjadi momentum kebersamaan warga sekaligus upaya memperkenalkan nasi ulam sebagai salah satu kuliner tradisional khas Tangerang Selatan kepada masyarakat luas.

Ketua RW 06 Panorama Serpong, Ir. Barawaja Ramli, SH., MH., yang menggagas kegiatan tersebut mengatakan, sajian nasi ulam sepanjang 81 meter ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal Tangsel.

“Ini tidak lain untuk memperkenalkan masakan khas Tangsel kepada masyarakat Tangsel sendiri maupun kepada seluruh Indonesia. Nasi ulam memiliki cita rasa khas yang menggugah selera,” ujar Barawaja Ramli, yang akrab disapa Bang Bara.

Menurutnya, penyajian nasi ulam sepanjang 81 meter juga menjadi simbol semangat kemerdekaan dan kekompakan masyarakat.

Seluruh proses dilakukan secara gotong royong oleh warga RW 06, mulai dari RT 01 hingga RT 07.
Sejak sebelum Subuh, warga telah bergotong royong memasak nasi ulam beserta lauk-pauknya. Setelah matang, nasi ulam kemudian disajikan memanjang di atas alas daun pisang sepanjang 81 meter.

Setelah seluruh sajian siap, warga bersama-sama menikmati nasi ulam dengan cara makan bersama secara lesehan. Suasana kebersamaan semakin terasa karena kegiatan tersebut benar-benar dilakukan dengan semangat “dari warga, untuk warga.”

Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, H. Abdul Rosyid, S.Ag., M.A.P., mengapresiasi kreativitas warga RW 06 Panorama Serpong.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan Tangerang Selatan melalui kekayaan kulinernya.
Ia menilai, nasi ulam yang memiliki cita rasa khas berpotensi menjadi bagian dari identitas kuliner Tangerang Selatan yang dapat dikenal lebih luas, bahkan hingga mancanegara.

Abdul Rosyid juga mengapresiasi berbagai gagasan kreatif yang terus dimunculkan Ketua RW 06 Panorama Serpong, Barawaja Ramli.

“Saya selalu menunggu gebrakan dan ide-ide berikutnya dari Pak RW 06,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Ir. H. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars. Ia mengaku terkesan dengan kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung tersebut.
Pilar berharap kreativitas warga Panorama Serpong dapat terus berkembang sehingga semakin banyak potensi lokal Tangerang Selatan yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.

Selain Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Tangsel, kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Tangsel H. Zulfa Sungki, Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Ervin, Camat Setu Bunga, Sekcam Ciputat Timur Fiqry, Plt. Lurah Bakti Jaya Rifky Aprilian, Lurah Bakti Jaya Ocin, Darmo Mandiri, serta para ketua RW se-Kelurahan Bakti Jaya.
Barawaja Ramli sendiri dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Selain sebagai Ketua RW 06 Panorama Serpong, ia juga menjabat sebagai Ketua IKA Unhas Banten dan Ketua KKBS Soppeng Wilayah Banten.

Untuk menambah semarak perayaan, panitia juga menghadirkan hiburan musik dan pembagian doorprize. Warga berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan satu unit sepeda listrik yang disediakan oleh Bang Bara.
Kegiatan Nasi Ulam Tangsel Terpanjang tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk seremoni. Di Panorama Serpong, kemerdekaan dirayakan melalui gotong royong, kuliner tradisional, hiburan, dan kebersamaan.
81 meter nasi ulam menjadi simbol 81 tahun kemerdekaan.

Namun, yang jauh lebih panjang adalah semangat kebersamaan warga dalam menjaga tradisi, memperkenalkan kuliner lokal, dan membangun Tangerang Selatan dari lingkungan sendiri.