KABARIKA.ID, MAKASSAR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tantang 3500 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar berani bermimpi besar dan jangan mental proposal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Amran saat memenuhi undangan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu (12/9/2026) pagi.

Kuliah umum berlangsung di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar itu menjadi bagian dari rangkaian Taaruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam orasinya, Amran Sulaiman membakar semangat sekitar 3.500 mahasiswa baru agar berani bermimpi besar, percaya diri, bekerja keras, serta tidak membangun kebiasaan bergantung kepada orang lain.

“Mau sukses, jangan selalu meminta uang kepada orang tua. Mau berhasil dalam hidup, kita harus berproses dan menjalaninya,” kata Amran di hadapan mahasiswa baru.

Ia menyebut para mahasiswa yang diterima di Unismuh Makassar merupakan putra-putri terbaik yang memiliki kesempatan besar untuk mengubah masa depan.

Namun, menurutnya, kesempatan tersebut harus disertai karakter yang kuat dan kemauan untuk berjuang.

“Anak-anakku adalah putra-putri terbaik yang masuk Unismuh Makassar. Kalian harus yakin bahwa pendidikan di kampus ini dapat mengubah nasib menjadi lebih baik,” ujarnya.

Amran mengingatkan mahasiswa agar tidak memiliki “mental proposal” atau kebiasaan hanya mengharapkan bantuan tanpa berusaha menciptakan peluang sendiri.

“Kalau mahasiswa bermental proposal dan bermental peminta, akan sulit berhasil. Yang bagus adalah bagaimana kita mampu menciptakan rupiah dan dolar melalui proses, kerja keras, dan usaha,” tegasnya.

Kejujuran dan Konsistensi Jadi Modal Utama
Mentan mengatakan kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik ataupun kekayaan. Karakter, terutama kejujuran, disiplin, kerja keras, dan konsistensi, justru menjadi modal penting dalam perjalanan hidup.

“Kehilangan uang berarti tidak kehilangan segala-galanya. Tetapi kalau kehilangan karakter dan kejujuran, kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Karakter tidak bisa dibeli,” katanya.

Ia menilai konsistensi merupakan salah satu sikap yang paling sulit dipertahankan. Banyak orang mampu memulai suatu pekerjaan, tetapi tidak semuanya sanggup menjalankannya secara terus-menerus.

“Jujur, disiplin, bekerja keras, dan konsisten. Yang paling sulit adalah mempertahankan konsistensi. Jangan hanya dilakukan satu minggu, lalu berhenti,” pesannya.

Amran juga mengajak mahasiswa menetapkan cita-cita setinggi mungkin. Namun, mimpi besar tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

“Kalau mau sukses, harus punya mimpi besar, setinggi-tingginya. Tetapi jangan sampai mimpi itu hanya indah dalam narasi dan tidak indah dalam gerakan. Kalau tidak ada tindakan, hasilnya nol,” ujarnya.

Menurut Amran, kesuksesan tidak mengenal latar belakang golongan, suku, maupun kondisi ekonomi keluarga. Semua orang memiliki hak dan peluang yang sama untuk berhasil, selama mempunyai keyakinan serta kemauan untuk bekerja keras.

“Sukses tidak mengenal golongan dan suku. Semua orang punya hak untuk sukses. Kuncinya adalah percaya diri, yakin terhadap masa depan, dan konsisten mengejar mimpi,” katanya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan waktu selama menjalani pendidikan. Waktu yang disia-siakan hari ini, kata dia, dapat menjadi penyesalan pada masa mendatang.

“Kalau hari ini disia-siakan, kalian akan menyesal pada masa depan. Karena itu, manfaatkan kesempatan belajar dan teruslah berproses,” pesannya.

Serahkan Bantuan Rp150 Juta
Pada kesempatan tersebut, Amran Sulaiman menyerahkan bantuan senilai Rp150 juta kepada puluhan mahasiswa baru penghafal Al-Qur’an.

Bantuan diserahkan secara tunai untuk selanjutnya dibagikan kepada mahasiswa baru penghafal Al-Qur’an yang mengikuti kegiatan tersebut.

Selain kepada penghafal Al-Qur’an, Mentan juga memberikan bantuan kepada mahasiswa baru yang berstatus yatim piatu dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Di akhir orasinya, Amran menyempatkan diri berfoto bersama para mahasiswa penerima bantuan. Ia meminta foto tersebut disimpan sebagai pengingat atas pertemuan mereka.

Amran bahkan menyampaikan bahwa setelah para mahasiswa itu menyelesaikan pendidikan, mereka berpeluang direkrut bekerja dalam jejaring perusahaan miliknya dengan mempertimbangkan kompetensi dan karakter masing-masing.

“Nanti setelah kalian selesai studi, bawa dan tunjukkan foto ini. Kita lihat peluang untuk direkrut menjadi karyawan di jejaring perusahaan,” ujarnya disambut tepuk tangan mahasiswa.

Rektor: Mahasiswa Baru Beruntung
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., mengatakan sivitas akademika Unismuh merasa bahagia dan terhormat atas kehadiran Menteri Pertanian dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, sekitar 3.500 mahasiswa baru serta 500 dosen dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan Taaruf dan kuliah umum.

“Ananda mahasiswa baru sangat beruntung dan berbahagia karena mendapatkan orasi ilmiah sekaligus motivasi langsung dari Menteri Pertanian,” kata Abd Rakhim Nanda.

Ia menilai Amran Sulaiman bukan hanya mampu menyampaikan motivasi melalui kata-kata, tetapi juga menjadi contoh nyata seseorang yang merancang kesuksesan sejak masa lalu dan memperjuangkannya hingga masa depan.

“Beliau adalah motivator yang nyata. Bukan hanya ulung dalam menyampaikan motivasi, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kesuksesan dirancang, diperjuangkan, dan diwujudkan,” ujarnya.

Rektor berharap pesan mengenai kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, kemandirian, dan konsistensi yang disampaikan Mentan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru selama menempuh pendidikan di Unismuh Makassar.

Kuliah umum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Unismuh Makassar dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mempunyai karakter, kemandirian, dan keberanian untuk mengubah masa depan. (*)