KABARIKA.ID, JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/9). Mentan Amran menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar produksi pangan nasional tetap dijaga dengan baik, di tengah penguatan agenda energi nasional, termasuk pengembangan biodiesel B50 dan bioetanol.
“Ini arahan Bapak Presiden agar pangan khususnya padi, beras, kita jaga dengan baik,” kata Mentan Amran.
Ia mengatakan arahan tersebut menjadi perhatian utama pemerintah dalam memastikan produksi pangan tetap kuat dan ketersediaannya terjaga. Penguatan produksi dilakukan sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan yang telah dicapai Indonesia.
Di sisi lain, sektor pertanian juga memiliki sumber daya dan komoditas yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian energi nasional. Salah satunya melalui pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel untuk program B50.
“Untuk B50, kami sangat siap. Bahan bakunya banyak,” ungkap Mentan Amran.
Menurutnya, berbagai kebutuhan untuk mendukung pengembangan program tersebut juga telah dipersiapkan pemerintah.
“Sebenarnya semuanya sudah kita siapkan,” tegasnya.
Pengembangan energi berbasis pertanian menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nasional. Melalui hilirisasi, komoditas pertanian tidak hanya dimanfaatkan sebagai produk primer, tetapi juga dapat diolah menjadi bahan baku energi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Sawit menjadi salah satu komoditas strategis yang dikembangkan untuk implementasi biodiesel B50. Pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel sekaligus memperluas pemanfaatan komoditas sawit di pasar domestik dan mendukung upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Selain biodiesel, pengembangan bioetanol juga membuka peluang pemanfaatan komoditas pertanian sebagai sumber energi. Komoditas seperti tebu, jagung, dan ubi kayu dapat dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol, sehingga penguatan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan produksi dan hilirisasi pertanian.
Dengan demikian, penguatan sektor pertanian diarahkan untuk menjawab dua kebutuhan strategis nasional secara beriringan. Produksi pangan tetap menjadi fondasi utama yang harus dijaga, sementara sumber daya pertanian lainnya terus dioptimalkan untuk mendukung kemandirian energi.
Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, hilirisasi, dan pengembangan komoditas strategis untuk memperkuat kedua agenda tersebut. Dengan basis produksi yang kuat, sektor pertanian diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam penyediaan energi berbasis sumber daya lokal. (*)
