KABARIKA.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 untuk mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi dalam membahas transformasi tata kelola akademik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum yang mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola Akademik Perguruan Tinggi: Penguatan Student Success, Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa, Kompetensi Lulusan, dan Integritas Seleksi” tersebut, berlangsung di Ballroom Unhas Hotel, Kamis pagi (17/09/2026).

Forum ini membahas sejumlah isu strategis dalam pengelolaan akademik perguruan tinggi, khususnya pada perguruan tinggi negeri. Pembahasan mencakup empat agenda utama.

Pertama, Angka Efisiensi Edukasi (AEE) dan student success. Kedua, proporsi daya tampung SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri. Ketiga, bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan, dan keempat, pencegahan dan mitigasi kecurangan dalam proses seleksi mahasiswa.

Ketua Panitia, yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., menjelaskan dalam laporannya bahwa forum ini dirancang untuk mempertemukan pengalaman dan perspektif perguruan tinggi dalam merespons berbagai tantangan pengelolaan akademik.

Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi praktik-praktik baik yang relevan untuk dikembangkan secara bersama.

“Forum ini kita rancang untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi antarpimpinan perguruan tinggi, khususnya dalam merespons dinamika pengelolaan akademik. Berbagai isu yang dibahas diharapkan dapat memperkaya perspektif masing-masing perguruan tinggi dalam menyusun dan mengembangkan kebijakan akademik,” jelas Prof. Ruslin.

Para peserta Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 membahas empat agenda dalam bentuk FGD, Kamis pagi (17/09/2026) di Ballroom Unhas Hotel. (Foto: Humas Unhas)

Ia menambahkan, sebanyak 75 perguruan tinggi telah terdaftar sebagai peserta forum. Namun, hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat 46 perguruan tinggi hadir mengikuti rangkaian pembahasan dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan akademik di institusi masing-masing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam sambutannya, Prof. JJ menekankan pentingnya pengambilan kebijakan akademik yang berbasis data dan berorientasi pada hasil di tengah transisi demografi dan kelembagaan perguruan tinggi.

Menurutnya, forum tersebut perlu melihat tata kelola akademik secara utuh, mulai dari input mahasiswa hingga kualitas lulusan.

“Di tengah transisi demografi dan kelembagaan ini, perguruan tinggi dituntut merumuskan kebijakan yang berbasis data (data-driven) dan berorientasi hasil (outcome-oriented). Forum ini harus menjadi ruang kalibrasi kebijakan untuk mengevaluasi empat kerangka fundamental, yakni input PMB, proses akademik, luaran riset, dan kualitas lulusan,” jelas Prof. JJ

Ia berharap, forum tersebut menghasilkan policy brief dan rekomendasi analitis yang konkret.

Rumusan tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai landasan dalam pengembangan kebijakan dan regulasi teknis ke depan.

Selain empat agenda utama, forum juga menyoroti pentingnya penyelarasan pendidikan akademik dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Isu tersebut berkaitan dengan kebutuhan memperkuat relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan pasar kerja, termasuk melalui mitigasi kesenjangan kompetensi dan pengembangan kurikulum bersama industri.

Melalui forum tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat membangun kesepahaman mengenai arah transformasi tata kelola akademik sekaligus memperkuat pertukaran praktik baik untuk mendukung keberhasilan studi mahasiswa, kualitas input, kompetensi lulusan, dan integritas proses seleksi.

Usai pembukaan, rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang membahas empat isu utama.

Pada Jumat (18/09), agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil FGD terkait AEE dan Student Success, proporsi daya tampung, kompetensi lulusan, serta integritas seleksi PMB, kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi nasional untuk penguatan tata kelola akademik perguruan tinggi.

Forum berlangsung hingga Sabtu (19/09).

Adapun Perguruan Tinggi yang hadir, yakni :

1. Universitas Indonesia,
2. Institut Pertanian Bogor,
3. Universitas Negeri Jakarta,
4. Universitas Pendidikan Indonesia,
5. Universitas Sebelas Maret,
6. Institut Teknologi Sepuluh November,
7. Universitas Trunojoyo Madura,
8. UPN Veteran Jawa Timur,
9. Universitas Palangkaraya,
10. Universitas Diponegoro,
11. Universitas Negeri Semarang,
12. UPN Veteran Jakarta,
13. Universitas Negeri Yogyakarta,
14. Universitas Jember,
15. Universitas Brawijaya,
16. Universitas Jenderal Soedirman,
17. Universitas Tidar,
18. Universitas Malikussaleh,
19. ISBI Aceh,
20. Universitas Negeri Medan,
21. Universitas Maritim Raja Ali Haji,
22. ISI Padang Panjang,
23. ISI Surakarta,
24. Universitas Jambi,
25. Universitas Bengkulu,
26. Universitas Sriwijaya,
27. Universitas Bangka Belitung,
28. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
29. Universitas Singaperbangsa Karawang,
30. Universitas Lambung Mangkurat,
31. Institut Teknologi Kalimantan,
32. Universitas Borneo Tarakan,
33. Universitas Udayana,
34. Universitas Mataram,
35. Universitas Nusa Cendana,
36. Universitas Timor,
37. Universitas Negeri Makassar,
38. Institut Teknologi BJ. Habibie,
39. Universitas Sam Ratulangi,
40. Universitas Tadulako,
41. Universitas Haluoleo,
42. Universitas Sembilan Belas November Kolaka,
43. Universitas Pattimura,
44. Universitas Khairun,
45. Universitas Musamus Merauke, dan
46. SBI Tanah Papua. (*/*)