KABARIKA.ID, SINJAI — Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Sinjai kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan yang dinilai lamban, di tengah informasi keberangkatan puluhan pegawai rumah sakit ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan di luar daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan tersebut mencuat setelah salah seorang keluarga pasien mengaku harus menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan pelayanan medis bagi keluarganya yang sedang menjalani perawatan di IGD.

Keluarga pasien berinisial AM (45) mengatakan, dirinya datang mendampingi iparnya yang membutuhkan penanganan medis. Namun, menurut pengakuannya, pelayanan yang diharapkan tidak segera diberikan.

“Satu jam, Pak. Dari tadi saya tunggu perawat di sini (IGD), tidak ada yang melayani. Harus menunggu lama baru dapat pelayanan,” ungkap AM.
Peristiwa tersebut, kata AM, terjadi pada Jumat, 18 September 2026.

Ia mengaku kondisi itu membuat keluarga pasien khawatir karena pasien yang datang ke IGD membutuhkan penanganan dan pelayanan medis.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena IGD merupakan unit pelayanan yang menangani pasien dengan kondisi yang membutuhkan tindakan medis secara cepat.

Puluhan Pegawai Berangkat ke Yogyakarta

Di tengah keluhan tersebut, informasi mengenai keberangkatan sejumlah pegawai RSUD Sinjai ke Yogyakarta ikut menjadi perbincangan masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, rombongan tersebut berangkat setelah proses akreditasi rumah sakit selesai.

Keberangkatan itu disebut berkaitan dengan kegiatan tim akreditasi dan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK).

Sejumlah warga kemudian mempertanyakan bagaimana manajemen RSUD memastikan pelayanan, khususnya di unit-unit vital seperti IGD, tetap berjalan optimal selama sebagian pegawai mengikuti kegiatan di luar daerah.

“Pasien datang ke rumah sakit tentu berharap mendapat pelayanan cepat. Kalau ada pegawai yang berangkat, harus dipastikan pelayanan tidak terganggu,” ujar Ahmad, warga Sinjai, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata soal keberangkatan pegawai, tetapi bagaimana manajemen rumah sakit memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

Warga Soroti Transparansi Biaya Perjalanan

Selain persoalan pelayanan, warga juga meminta adanya penjelasan mengenai pembiayaan perjalanan rombongan ke Yogyakarta.

Masyarakat berharap pihak rumah sakit dapat memberikan informasi secara terbuka mengenai sumber pembiayaan perjalanan, termasuk fasilitas transportasi yang digunakan rombongan.

“Perlu dijelaskan apakah perjalanan itu menggunakan anggaran kedinasan atau ada fasilitas dari pihak ketiga. Supaya masyarakat mendapat informasi yang jelas dan tidak muncul berbagai dugaan,” kata Ahmad.

Manajemen RSUD Beri Klarifikasi

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Sinjai, Dr. Kahar Anies, buka suara terkait informasi keberangkatan puluhan pegawai tersebut.

Kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Dr Kahar membantah jika rombongan yang berangkat ke Yogyakarta sebagian besar merupakan tenaga kesehatan (nakes), khususnya petugas pelayanan IGD.

Menurutnya, pegawai yang berangkat merupakan bagian dari tim akreditasi dan tim ZI-WBK, dengan komposisi yang lebih banyak berasal dari unsur manajemen.

“Sebenarnya itu tim akreditasi dan tim ZI-WBK, lebih banyak manajemen. Kalau nakes IGD yang dikeluhkan, justru cuma satu orang yang berangkat, jadi sudah dipertimbangkan untuk tidak mengganggu pelayanan,” tutupnya Sabtu malam 19 September 2026. (*)