KABARIKA.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres, pada hari Sabtu dini hari (17/10/2026) waktu New York bertolak ke Indonesia untuk melakukan kunjungan resmi selama tiga hari ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq menjelaskan bahwa dalam kunjungan tersebut, Guterres dijadwalkan membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral.

“Dalam serangkaian agenda pertemuannya, beliau antara lain akan membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral,” kata Farhan dalam konferensi pers pada Jumat (16/10/2026).

Selain membahas kerja sama, Guterres juga akan memberikan penghormatan atas komitmen jangka panjang Indonesia terhadap misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Selanjutnya, Guterres juga dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI).

Dalam kunjungannya itu, Guterres akan bertemu dengan personel TNI yang akan segera diberangkatkan untuk menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Misi tersebut bersandi MINUSCA, yaitu United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic.

“Beliau akan bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera dikerahkan ke misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA),” ungkap Farhan.

Agenda lainnya, Guterres juga dijadwalkan meletakkan karangan bunga di monumen peringatan untuk menghormati 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas di bawah bendera PBB.

“Selama di Jakarta, Sekjen PBB juga akan menyampaikan pidato mengenai masa depan multilateralisme di Kementerian Luar Negeri,” ujar Farhan.

Kontribusi Signifikan Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian PBB.

Sampai Februari 2026, lebih dari 50.000 personel Indonesia telah bertugas dalam berbagai operasi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.

Keterlibatan ini mencerminkan kontribusi Indonesia terhadap upaya menjaga keamanan dan stabilitas internasional.

Dalam misi PBB di Republik Afrika Tengah, personel Indonesia (Konga) bergabung dalam pelaksanaan mandat MINUSCA, termasuk melalui dukungan operasional dan perlindungan warga sipil.

Pada September 2026, Kontingen Garuda (Konga) yang bertugas dalam misi tersebut menerima medali PBB sebagai pengakuan atas pengabdian mereka. (rus)