Konferensi Mengenai “Respons Kemanusiaan Mendesak untuk Gaza,” Serukan Komunitas Internasional untuk Menekan Israel

Berita, Inspirasi373 Dilihat

KABARIKA.ID, YORDANIA — Menanggapi tindakan genosida dan penghancuran yang dilakukan oleh rezim zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza, maka Yordania, Mesir, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar konferensi internasional bertajuk “Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza” atau “Seruan Aksi: Respons Kemanusiaan yang Mendesak untuk Gaza.”

Konferensi dibuka oleh Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, Selasa (11/06/2024) di Pusat Konvensi Raja Hussein Bin Talal di Laut Mati, Yordania.

Konferensi itu bertujuan untuk mengembangkan respons kolektif terhadap situasi kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Gaza, Palestina.

Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi menyampaikan pidato saat membuka konferensi bertajuk “Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza” atau “Seruan Aksi: Respons Kemanusiaan yang Mendesak untuk Gaza,” Selasa (11/06/2024) di Laut Mati, Yordania. (Foto: Xinhua)

Sekjen PBB, para pemimpin negara-negara kawasan, dan diplomat tinggi Amerika Serikat yang bertemu dalam forum konferensi tersebut, menekankan perlunya mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang dilanda konflik dan genosida.

Dalam pidatonya, Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi menyambut baik Resolusi PBB 2735 yang diadopsi pada hari Senin oleh Dewan Keamanan PBB, yang mendukung perjanjian gencatan senjata komprehensif dan kesepakatan pertukaran sandera-tahanan antara Israel dan Hamas, serta masuknya Israel dan Hamas ke dalam perjanjian gencatan senjata komprehensif, dan bantuan kemanusiaan yang cukup dan berkelanjutan ke Gaza.

Dia meminta negara-negara untuk memaksa Israel berhenti menggunakan kelaparan sebagai senjata di Gaza, dan menghilangkan hambatan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang juga menghadiri konferensi tersebut, mendesak dukungan terhadap program bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Otoritas Palestina dan negara-negara lain untuk membantu rakyat Palestina yang sangat menderita.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara dalam konferensi bertajuk “Seruan untuk Aksi: Respons Kemanusiaan yang Mendesak untuk Gaza”, Selasa (11/06/2024) di Laut Mati, Yordania. (Foto: Xinhua)

“Pemerintah (Palestina) telah menyampaikan program bantuan, pemulihan layanan dasar, reformasi kelembagaan, dan stabilitas keuangan dan ekonomi, dan telah mengumumkan kesiapannya untuk mengambil tugas di Gaza, termasuk semua penyeberangan ke Jalur Gaza, seperti halnya di Gaza dan Tepi Barat,” ujar Abbas.

Ia mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk menekan Israel agar membuka semua penyeberangan darat ke Gaza dan menyerahkannya kepada pemerintah Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sambutannya, meminta masyarakat internasional untuk mendukung peran penting Yordania dalam membantu warga Gaza dan sebagai pusat regional utama untuk pekerjaan kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan sambutan dalam konferensi bertajuk “Seruan Aksi: Respons Kemanusiaan yang Mendesak untuk Gaza”, Selasa (11/06/2024) di Laut Mati, Yordania. (Foto: Xinhua)

Guterres juga memuji Yordania atas upaya bantuannya, termasuk mengirimkan konvoi bantuan, melakukan pengiriman bantuan dari udara, dan mendirikan rumah sakit lapangan.

Berbicara pada konferensi tersebut, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan paket bantuan baru untuk Palestina senilai lebih dari 400 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,4 triliun.

Menlu AS Antony Blinken juga hadir pada konferensi bertajuk “Seruan Aksi: Respons Kemanusiaan yang Mendesak untuk Gaza,” Selasa (11/06/2024) di Laut Mati, Yordania. (Foto: Xinhua)

Ia juga meminta Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata saat ini, yang menurutnya adalah versi dari apa yang diusulkan Hamas, sambil mendesak Israel untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk meminimalkan korban jiwa.

Blinken juga menekankan seruan Presiden AS Joe Biden untuk segera melakukan gencatan senjata, penarikan semua pasukan Israel dari Gaza, dan mengizinkan aliran bantuan kemanusiaan.

Selain itu, Blinken menggarisbawahi pentingnya pembebasan tahanan, pembangunan kembali institusi untuk memberikan layanan, dan rekonstruksi wilayah tersebut, terutama infrastrukturnya.

Sementara itu, Raja Abdullah saat menghadiri sesi pleno, mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Mesir Abdel Fatah Al Sisi dan Sekjen PBB Guterres yang menjadi tuan rumah bersama konferensi penting ini dengan Yordania.

Yang Mulia Raja Abdullah menghadiri sesi pleno konferensi ‘Seruan Aksi: Respons Kemanusiaan yang Mendesak untuk Gaza’, yang dihadiri oleh HRH Putra Mahkota Hussein, Selasa (11/06/2024) di Laut Mati, Yordania. (Foto: Royal Court)

Raja Abdullah menegaskan bahwa saat ini kita berada pada titik kritis dalam sejarah umat manusia.

“Kesadaran kolektif kita sedang diuji dengan bencana yang terjadi di Gaza. Kemanusiaan kita sedang dipertaruhkan,” tegas Raja Abdullah.

Selama delapan bulan tanpa henti, sambung Raja Abdullah, masyarakat Gaza menderita kematian dan kehancuran yang jauh melebihi konflik apa pun selama lebih dari dua puluh tahun.

“Potensi bencana kelaparan semakin besar. Trauma selalu ada dan dampaknya akan tetap ada selama beberapa generasi, dan setiap sudut Gaza dirusak oleh kehancuran,” ujar Raja Abdullah. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *