KABARIKA.ID, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya memudahkan agar harga pupuk makin terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu upaya yang ditempuh yakni revitalisasi pabrik Pusri IIIB dan revamping pabrik amonia PKT II.

Langkah tersebut ditempuh agar ada efisiensi energi dan kapasitas produksi agar harga pupuk tetap terjangkau.

“Revitalisasi ini bukan sekadar soal efisiensi. Ini adalah cara kami menjaga keterjangkauan harga pupuk dan menyesuaikan kapasitas produksi dengan pertumbuhan kebutuhan pangan Indonesia yang terus meningkat,” kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi Senin 5 Mei 2025.

Rahmad mengungkapkan revitalisasi pabrik juga merupakan wujud dukungan perseroan terhadap ketahanan pangan nasional dari sisi hulu secara konsisten dan berkelanjutan.

Saat ini ada lima kawasan industri pupuk dioperasi perseroan.

Lima kawasan industri itu berkapasitas 9,4 juta ton urea dan 4 juta ton NPK.

Angka itu PT Pupuk Indonesia jadi produsen pupuk terbesar ke-6 di dunia.

Dengan skala tersebut, Pupuk Indonesia memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memastikan stabilitas pasok pupuk regional.

Rahmad mengajak para pemangku kepentingan industri pupuk nasional maupun regional di kawasan Asia untuk memperkuat kolaborasi lintas negara agar dapat mengatasi tantangan krisis pangan global, disrupsi rantai pasok, dan perubahan iklim.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pasokan bahan baku pupuk, terutama yang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri seperti fosfat dan potash, sebagai langkah fundamental dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan nasional dan regional hanya dapat dicapai bila rantai pasoknya stabil dan kita memiliki visi bersama,” ujarnya.

Pupuk Indonesia terus memperkuat ketahanan pasokan melalui perluasan kemitraan strategis di tingkat regional dan global, sekaligus mengakselerasi pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri.

Upaya tersebut bertujuan untuk menjaga feedstock security, serta menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani guna mendorong produktivitas pertanian secara menyeluruh. (*)