KABARIKA.ID, MAKASSAR – Sebanyak 177 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 41 UPG Embarkasi Makassar berasal dari 18 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini terungkap dari laporan yang dilansir oleh Petugas Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar bagian penerimaan, yang menyebutkan jumlah jemaah pada Kloter 41 UPG saat diterima di Asrama Haji Sudiang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah tersebut termasuk 4 petugas yang menyertai kloter, masing-masing dua orang dari PPIH dan dua lainnya dari PHD. Banyaknya jumlah kabupaten yang tergabung dalam Kloter 41 UPG ini disebabkan oleh jemaah yang berasal dari cadangan lunas untuk mengisi open seat selama pemberangkatan, serta pelimpahan kuota dari embarkasi lain yang tidak terpenuhi.

“Kloter ini juga diisi oleh 34 orang tambahan jemaah yang merupakan pelimpahan kuota yang tidak digunakan dari sejumlah embarkasi ke Embarkasi Makassar,” terang H. Ali Yafid, Ketua PPIH Embarkasi Makassar, sekaligus Kepala Kanwil Kemenag Sulslel.

Data tersebut menunjukkan bahwa jemaah terbanyak berasal dari Kabupaten Gowa dengan jumlah 99 orang, disusul oleh Kabupaten Bone (27), Kota Makassar (14), Takalar (5), Bantaeng (4), Luwu (4), dan Pangkep (3). Selanjutnya, Kabupaten Maros, Sidrap, Pinrang, dan Soppeng masing-masing mengirimkan dua jemaah, sementara Kota Parepare, Kabupaten Barru, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Sinjai, dan Tana Toraja masing-masing mengirimkan satu jemaah. Dua orang lainnya berasal dari Provinsi Maluku.

“Keberangkatan sebagai jemaah pengganti merupakan bentuk takdir dan sekaligus anugerah panggilan suci dari Allah SWT, untuk itu perlu disyukuri,” ujar H. Ahmad Jailani, Kepala Kemenag Bantaeng, terkait empat jemaah yang tergabung di Kloter 41 UPG.

Dengan diberangkatkannya keempat orang jemaah menggantikan peserta sebelumnya yang batal berangkat, maka total jemaah asal Kabupaten Bantaeng tahun 2025 berjumlah 181 orang, menyusul jemaah yang telah diberangkatkan sebelumnya melalui Kloter 8 UPG bersama jemaah Kabupaten Bulukumba dan jemaah Kota Makassar.

Sementara itu, dari Kabupaten Sidrap, dari total 60 calon jemaah cadangan, hanya dua orang yang berhasil terakomodasi masuk di Kloter 4. Dua nama yang berangkat adalah Darmawati binti Jamaluddin dan Kasmiati binti Lakato Palu, keduanya merupakan jemaah cadangan yang mendapat kesempatan berhaji di detik-detik akhir penetapan kuota.

“Alhamdulillah, bersyukur sudah berangkat. Sebelumnya sudah disampaikan untuk bersiap-siap,” ungkapnya.

Berdasarkan surat Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama tertanggal 23 Mei 2025 perihal Update Jadwal Penerbangan Kloter Gabungan UPG 41 dan JKG 61, Kloter 41 UPG Embarkasi Makassar semula dijadwalkan masuk asrama haji Sudiang pada 30 Mei 2025 pukul 08.00 Wita, dan terbang keesokan harinya, 31 Mei 2025, dengan nomor penerbangan GIA 1141.

Tapi jemaah sudah berada di asrama haji setelah diterima pada tanggal 28 Mei 2025 pukul 17.00 Wita. Selanjutnya, pada 29 Mei pukul 09.35, mereka akan diterbangkan ke Cengkareng, Jakarta, bergabung dengan jemaah Kloter 61 JKG untuk selanjutnya diterbangkan ke Jeddah.

Kloter 41 UPG diangkut oleh pesawat khusus dan tidak bergabung dengan penumpang reguler, dijadwalkan berangkat pada pukul 09.35 Wita dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan diperkirakan tiba di Jakarta pada pukul 12.00 WIB, langsung menuju terminal pemberangkatan haji di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. (*)