KABARIKA.ID, KUPANG – Alumni Universitas Hasanuddin yang berkarier di Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi akademik dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Arifin Sanusi, MT., IPM sebagai Guru Besar dalam bidang Energi Terbarukan pada Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus pada pengembangan turbin angin Savonius, Prof. Arifin tegaskan pentingnya energi lokal terbarukan untuk daerah terpencil.
Pengukuhan akan berlangsung di GRHA Cendana Undana, Selasa (5/8/2025), dihadiri oleh sivitas akademika, tamu undangan, serta sejumlah peneliti energi dari berbagai daerah.
Prof. Arifin nanti dalam orasi ilmiahnya menyampaikan akan memaparkan “Pengembangan Sumber Energi Terbarukan dalam Mendukung Kemandirian Energi Lokal”.
Prof. Arifin menekankan bahwa energi merupakan kebutuhan mendasar dalam menopang pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Namun, ketergantungan terhadap energi fosil seperti BBM dan batubara masih menjadi tantangan besar, terutama dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan dan ketersediaan yang semakin menipis.
“Pemanfaatan energi berbasis lokal menjadi solusi penting. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, dan energi baru terbarukan (EBT) seperti energi angin, surya, dan air merupakan jalan menuju kemandirian energi, khususnya di wilayah pedesaan dan terpencil,” ujar Prof. Arifin, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Sebagai peneliti yang telah menekuni bidang teknologi konversi energi selama lebih dari satu dekade, Prof. Arifin memfokuskan penelitiannya pada pengembangan turbin angin vertikal Savonius, sebuah teknologi tepat guna yang cocok digunakan di daerah dengan kecepatan angin rendah.
Melalui penelitian yang konsisten, ia berhasil merancang “blade kombinasi”, inovasi desain turbin yang menggabungkan bentuk setengah lingkaran (konvensional) dan elips—yang terbukti meningkatkan efisiensi daya turbin hingga 11% dibanding model konvensional.
Hasil ini diperoleh melalui pengujian teoritis, eksperimental di wind tunnel, serta simulasi numerik menggunakan CFD Ansys Fluent.
“Turbin Savonius dengan blade kombinasi memiliki potensi besar untuk pengaplikasian skala rumah tangga, pompa air, hingga aerator tambak. Bahkan kini telah kami uji sebagai turbin hidrokinektik pada saluran irigasi dan dikombinasikan dengan energi surya,” ungkapnya.
Penelitian Prof. Arifin telah menghasilkan satu paten nasional, lima publikasi internasional bereputasi (Scopus dan WoS), serta tiga buku referensi, menjadikannya salah satu pakar energi terbarukan terkemuka di Indonesia Timur.
Dengan pengukuhan ini, Prof. Arifin berharap kontribusinya dapat mempercepat pengembangan energi ramah lingkungan, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau listrik konvensional. “Kita butuh teknologi yang membumi, mandiri, dan memberi harapan baru bagi daerah tertinggal,” tutupnya.
Profil Singkat:
• Nama: Prof. Dr. Ir. Arifin Sanusi, MT., IPM.
• Tempat/Tanggal Lahir: Pinrang, 2 Januari 1966.
Pendidikan:
S1 Teknik Mesin, Universitas Hasanuddin (Unhas).
S2 Teknik Mesin, Fakultas Teknik Unhas.
S3 Teknik Mesin, Universitas Brawijaya.
• Bidang Keahlian: Teknologi Konversi Energi.
• Kepakaran: Energi Terbarukan
