KABARIKA.ID, LUWU TIMUR– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Desa Rante Mario, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur hadirkan konsep rama lingkungan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut diramu dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Pembuatan Pestisida Nabati dari Campuran Ekstrak Tanaman sebagai Alternatif yang Efektif dan Ramah Lingkungan”.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKN yang bertujuan untuk memberikan edukasi ke masyarakat, khususnya para petani, mengenai pentingnya penggunaan pestisida alami sebagai solusi pengendalian hama yang aman dan berkelanjutan.

Pelatihan ini berlangsung di Balai Desa Rante Mario dan dihadiri puluhan warga, termasuk kelompok tani, perangkat desa, dan tokoh masyarakat, Kamis, 31 Juli 2025 di Balai Desa Rante Mario.

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa memaparkan berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pestisida nabati, seperti daun sirsak, daun pepaya, bawang putih, dan serai wangi.

Peserta juga diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan proses pembuatan pestisida nabati, mulai dari tahap ekstraksi, pencampuran, hingga ke tahap fermentasi.

Fermentasi ini dilakukan selama 5-7 hari sebelum disaring dan disemprotkan pada tanaman yang rentan hama.

Penyemprotan disarankan dilakukan pada pagi atau sore hari agar hasilnya optimal.

Salah satu mahasiswa KKN dari Jurusan Pertanian angkatan 2022, Risna menjelaskan tujuan kegiatan itu dihelat.

“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang alternatif pengendalian hama, tetapi juga mendorong penggunaan bahan alami yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, sebagai penyelenggara, ia berharap pelatihan itu memberikan dampak baik bagi masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi petani untuk beralih ke metode pertanian yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang harganya semakin mahal,” harap Risna yang merupakan inisiator program.

Kepala Desa Rante Mario, Roni Pattinama S.E mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dan berharap kegiatan serupa bisa terus dilanjutkan di masa depan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi petani kami yang selama ini belum banyak mengetahui tentang manfaat pestisida nabati. Semoga ilmu yang diberikan bisa dipraktikkan dan membawa hasil baik bagi pertanian di Desa ini,” ungkap Roni.