KABARIKA.ID, TASIKMALAYA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjalankan mekanisme baru penyaluran pupuk bersubsidi sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Senior Manager Regional 2A Pupuk Indonesia, Antonius Yudhi Kristyanto, dalam Sosialisasi Akbar Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah di Tasikmalaya, Rabu (13/8/2025).

“Pupuk Indonesia Grup siap sepenuhnya menjalankan mekanisme baru penyaluran pupuk bersubsidi dengan memastikan efisiensi dan ketepatan sasaran hingga ke titik serah. Kami juga menjamin ketersediaan pupuk melalui stok yang memadai agar pasokan aman untuk mendukung produktivitas pertanian nasional,” ujar Antonius.

Dalam skema baru ini, petani yang terdaftar dapat menebus pupuk langsung di Titik Serah, yang terdiri dari empat entitas: pengecer, gabungan kelompok tani (Gapoktan), kelompok budidaya ikan (Pokdakan), dan koperasi. Kehadiran koperasi bersifat melengkapi, bukan menggantikan pengecer.

Antonius menjelaskan, Pupuk Indonesia kini berperan penuh sebagai operator regulasi yang bertanggung jawab atas penyaluran hingga petani penerima. Pelaku Usaha Distribusi (PUD) yang sebelumnya berfungsi sebagai distributor kini menjadi bagian dari sistem Pupuk Indonesia.

Sistem distribusi baru juga dilengkapi pemantauan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, distribusi PUD ke Titik Serah, hingga verifikasi penerima dengan foto petani. Proses digitalisasi ini diatur melalui target Service Level Agreement (SLA) untuk memastikan penyaluran lebih efisien dan transparan.

“Kami meyakini tata kelola baru pupuk bersubsidi ini akan mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Skema ini juga sejalan dengan upaya pencapaian swasembada beras tahun 2028,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Aneu Susana, menyambut baik langkah ini. Ia menegaskan pentingnya prinsip 7 Tepat, salah satunya tepat sasaran, dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Data menunjukkan, hingga 8 Agustus 2025, penyaluran pupuk bersubsidi di Tasikmalaya mencapai 27.690 ton. Secara nasional, hingga 12 Agustus 2025, realisasi penyaluran tercatat 4.592.109 ton atau 48,1 persen dari total alokasi pemerintah sebesar 9,55 juta ton.

Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok nasional sebesar 1.369.090 ton per 7 Agustus 2025, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani.

“Dengan kemudahan penebusan ini, kami berharap petani dapat mengoptimalkan pemanfaatan pupuk bersubsidi untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Antonius. (*)