KABARIKA.ID, BOGOR– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Sekolah Pascasarjana IPB University mulai merancang program beasiswa magister (S2) khusus bagi wartawan anggota PWI. Rencana kerja sama ini dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Selasa (2/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua lembaga sepakat untuk mendorong peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kualitas sumber daya manusia wartawan melalui akses pendidikan pascasarjana.

Beasiswa Perlu Dirancang Fleksibel

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, program beasiswa ini harus dirancang secara matang melalui pembahasan teknis yang komprehensif agar efektif menjawab kebutuhan nyata insan pers.

“Kerja sama ini sangat baik untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas wartawan. Namun perlu ada rapat teknis lanjutan yang lebih mendalam agar seluruh mekanisme dapat disusun dengan baik,” ujar Akhmad Munir.

Ia mengakui, dua tantangan utama wartawan untuk melanjutkan kuliah adalah tingginya aktivitas profesi di lapangan dan keterbatasan finansial. Karena itu, skema beasiswa ke depan perlu fleksibel dan realistis.

“Termasuk kemungkinan sinergi dengan program LPDP, skema pembiayaan parsial, bantuan pembayaran UKT, maupun bentuk dukungan pendidikan lain yang memungkinkan wartawan tetap bertugas tanpa gangguan,” katanya.

Akhmad Munir menegaskan, bentuk dukungan tidak harus menanggung seluruh biaya, tetapi bisa berupa bantuan parsial yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan program. PWI akan mengemas program ini sebagai bagian dari pengembangan kompetensi anggota dan kemitraan strategis organisasi.

IPB Siap Dukung Peningkatan Kualitas Wartawan

Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University, Prof. Yusli Wardiatno, menyampaikan komitmen IPB dalam mendukung peningkatan kualitas SDM nasional, termasuk insan pers yang dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan dan penyebaran informasi.

“Rencana kerja sama dengan PWI adalah langkah positif untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi wartawan serta memperkuat kapasitas akademik dan profesionalisme mereka,” ujar Prof. Yusli.

10 Program Studi Unggulan yang Ditawarkan

Dalam pertemuan itu, pihak Sekolah Pascasarjana IPB memaparkan sejumlah program studi magister yang potensial menjadi pilihan wartawan. Setidaknya terdapat 10 prodi unggulan, yakni:

1. Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
2. Komunikasi Digital dan Media
3. Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
4. Pengembangan Industri Kecil Menengah
5. Logistik Agro-Maritim
6. Klimatologi Terapan
7. Manajemen Pembangunan Daerah
8. Ilmu Manajemen
9. Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan
10. Manajemen dan Bisnis

Para wartawan diharapkan dapat memilih program studi sesuai bidang tugas dan minat masing-masing, mulai dari komunikasi, ekonomi, lingkungan hidup, hingga bisnis. Program ini diharapkan makin relevan dengan tantangan profesi kewartawanan di era digital.

Ditindaklanjuti dengan Pembahasan Teknis

IPB University dan PWI Pusat sepakat menindaklanjuti hasil pertemuan melalui pembahasan teknis yang lebih rinci. Materi yang akan dibahas meliputi draf nota kesepahaman (MoU), skema pembiayaan, kriteria peserta, serta bentuk dukungan pendidikan yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Delegasi PWI Pusat dipimpin langsung Ketua Umum Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal M. Selamet Susanto, Anggota Dewan Pakar Yulian Warman, Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Sarwani, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah, Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan Dr. Jufri Alkatiri, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho, serta Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi.

Rombongan PWI diterima oleh Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof. Dr. Ir. Yusli Wardiatno, M.Sc., didampingi Dr. Perdinan (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan), Fatmasari Siregar, S.P., M.M. (Kepala Subbagian Humas, Kerja Sama, dan Penerimaan Mahasiswa Baru), Rudi Irawan (Kepala Bagian Tata Usaha), serta Nana Yuana (Kepala Subbagian Keuangan, SDM, dan Umum).

Pertemuan berlangsung hangat, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi untuk menghadirkan program pendidikan yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas wartawan Indonesia. (*)