KABARIKA.ID, MAKASSAR — Proses pendaftaran bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026–2030 kembali mencatat nama baru. Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed., resmi menyerahkan berkas pendaftaran di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNHAS, lantai 4 Gedung Rektorat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Budu, yang saat ini menjabat sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana , menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pendaftaran yang dilaluinya.

“Saya bersyukur karena sudah bisa dikatakan resmi menjadi bakal calon rektor. Terima kasih kepada teman-teman yang membantu menyiapkan semua dokumen hingga tuntas. Terima kasih juga kepada panitia, insyaallah saya akan patuh pada semua tahapan agar pemilihan berjalan lancar,” ujar Prof. Budu, Jumat (22/8/2025).

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNHAS, Prof. Dr. drg. Hasanuddin Tahir, mengonfirmasi kelengkapan berkas pendaftaran Prof. Budu. “Pemeriksaan 13 kelengkapan berkas sudah dilakukan, dan setelah divalidasi semuanya dinyatakan lengkap,” jelas Hasanuddin.

Prof. Budu menilai hari pendaftarannya sebagai momen penuh berkah. Ia berharap proses pemilihan rektor berjalan tertib dan membawa kebaikan bagi seluruh civitas akademika UNHAS.

Sebelum menuju lokasi pendaftaran, Prof Budu terlebih dahulu berangkat dari Masjid Pascasarjana UNHAS bersama sejumlah kolega.

Ia didampingi tokoh penting kampus, di antaranya Prof. Yusran Jusuf (mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, mantan Dekan FISIP UNHAS Prof. Dr. Armin Arsyad, Prof. Akbar, Prof. Harun, Rahmat Muhammad, Prof AB Takko, Rahmat Nur.

Juga hadir Prof.Wahyu Piarah  mantan Dekan Fakultas Teknik,  Prof. Lella Rahim, mantan Dekan Fakultas Peternakan,  Prof. Baharuddin mantan Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Sakti (ahli transfortasi), Prof. Gemini mantan Dekan Fakultas Farmasi, Prof. Syafruddin (Guru Besar Elektro), Prof. Saparuddin (Guru Besar Fakultas Teknik) serta beberapa dosen Pascasarjana.

Biodata :
Nama : Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.Med.Ed.

Tempat dan Tanggal Lahir, Baddo-baddo Maros, 31 Desember 1966.

Prof Budu, lahir di sebuah dusun di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi gambaran orang biasa dengan nama yang terhormat dan mengakar, dan bisa jadi dokter terkenal.

Sebab semua pendidikan dasarnya dilakoni di Maros, nanti saat menginjak bangku kuliah ia meninggalkan kampung halaman.

Budu adalah bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya seorang petani biasa yang juga seorang imam masjid kampung, di perbatasan antara Kabupaten Maros dan Kota Makassar.

Sementara ibunya tidak menempuh pendidikan apapun, hanya seorang ibu rumah tangga.

Dibesarkan tanpa kemewahan harta namun kaya nilai-nilai kehidupan. Mentalnya ditempa menjadi sekeras baja. Orang tuanya sadar bahwa kelak di masa depan, Budu harus berdikari mencapai puncak cita-cita.

Selain didikan mental sarat akan nilai-nilai Islam, oleh orang tuanya, Budu yang seorang anak desa tentu asupan makanannya kaya dengan makanan segar dan bergizi dari hasil tani maupun ikan yang kaya omega.

Pendidikan:

• Dokter Umum: Universitas Hasanuddin.

• Dokter Spesialis Mata: Universitas Hasanuddin.

• Postgraduate Student (Program Ph.D), Faculty of Medicine, Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Fellowship • Fellowship Training in basic and surgery of Vitreoretinal diseases, Dept. of Ophthalmology, Faculty of Medicine, Indonesia  Univ., Jakarta,  2005.

• AMO PHACOEMULSIFICATION Training. AMO Academy. Jakarta, 2005.

• Master in Medical Education (M.Med.Ed), Faculty of Medicine, Univ. of Gajah Mada (UGM), Indonesia, 2008.

Organisasi
• Coordinator of Medical Education and Family Planning Division, Indonesian Doctor Association (IDI), South Sulawesi.

• Chairman of Indonesian Ophthalmology Association (PERDAMI), South Sulawesi, 2012.

• Coordinator of Academic Medical Education, Teaching Hospital, Wahidin Sudirohusodo (RSWS), 1997.

• Members of National Accreditation Board (BAN-PT), Higher Education, Indonesia, 2010.

• Member of The Indonesian Accreditation Agency for Higher Education in Heath (LAMPT-Kes), 2016.

• The Chairman of Hasanuddin University Masque Association (AMKI-Unhas), 2016.

• The Chairman of Indonesian School of Medicine Association (AIPKI wil 6), 2018 – now.

• The Chairman of Satgas Covid-19 UNHAS, 2020 – now.
Penghargaan • The best-postgraduated paper context, Annual Meeting of Japanese Ophthalmological Association, Toyama Medical and Pharmaceutical University, Toyama, Japan. 2001.

• Award of Riset Unggulan Terpadu (RUT) ke-X, Menristek, 2003-2004.

• The second best of Ophthalmologist paper context, Indonesian Ophthalmological Association Annual Meeting-XXXII, Jakarta, Indonesia. 2007.

• Award of Medical Sciences and Technology Award : 2006, 2007, 2008, and 2009.

• Piagam Tanda  Kehormatan dari Presiden RI, Satya Lecana Karya Sapta 10 tahun pengabdian, Kepres RI no. 35/TK/2010, Tanggal 10 Agustus 2010.

• Professor in Ophthalmology, Ministry of Education and Cultural, Indonesia, 2012.

Publications and Research

• Tenri Esa, Budu, Arief M. Polymorphisms of Vascular Endothelial Growth factor (VEGF) gene  in patients with diabetic retinopathy_DM type 2. Indonesia J. Med. Science. (accepted)  2010.

• Gaffar M, Budu, Kuhuwael FG, Yusuf I. Polymerase Chain reaction-Restriction Fragment Length Polymorphisms (PCR-RFLP) analysis of connexin 26 (GJB2) gene in Indonesia patients with prelingual non-syndromic sensorineural hearing loss: a preliminary study. Otolaryngology J. (accepted). 2009.

• Tenri Esa, Budu, Harjoeno, Arief M. Polymorphisms of intercellular adhesion molecule-1(ICAM-1) in patients with diabetic retinopathy_DM type 2. In Press. 2008.

• Syamsu, Yusuf I, Budu, Patellongi I . The effect of polymorphisms of the beta-2-adrenergic receptor on the response to beta 2-agonist in asthma patients. Ind J Int Med. 39 : 8-12. 2007.

• Syamsu, Yusuf I, Budu, Patellongi I . Polymorphisms T/C-20, the new beta-2-adrenergic receptor polymorphism and its effect on the response to beta 2-agonist in asthma patients. J. Med Nus 27 : 142-146. 2006.

• Budu, Seiji HAYASAKA, Rukiah SYAWAL, Habibah S. MUHIDDIN, Irfan IDRIS, Irawan YUSUF. Peripherin/RDS Gene in Indonesian Patients with Retinitis Pigmentosa: Geographic Comparison of Polymorphic Variations. Hiroshima J. Med. Sci.: 54; 3: 73~76, 2005.

• Budu, Hayasaka,S., Matsumoto,M., Yamada,T., Zhang,X.Y., and Hayasaka,Y. Peripherin/RDS gene mutation (Pro210Leu) and polymorphisms in Japanese patients with retinal dystrophies. Jpn.J.Ophthalmol. 45: 355-35.2001.

• Yamada T, Hayasaka S, Matsumoto M, Budu, Esa T, Hayasaka Y, Endo M, Nagaki Y, Fujiki K, Murakami A, Kanai A. OPA1 gene mutations in Japanese patients with bilateral optic atrophy unassociated with mitochondrial DNA mutations at nt 11778. Jpn J Ophthalmol; 47:409-11.2003.

• Yamada T, Hayasaka S, Matsumoto M, Budu, Esa T, Hayasaka Y, Endo M.Heterozygous 17-bp deletion in the forkhead transcription factor gene, FOXL2, in a Japanese family with blepharophimosis-ptosis-epicanthus inversus syndrome. J Hum Genet 46:733–736. 2001.

• Budu, Masayuki Matsumoto, Seiji Hayasaka, Tetsuya Yamada, Yoriko Hayasaka.  Rhodopsin Gene Codon 106 Mutation (Gly-to-Arg) in a Japanese Family with Autosomal Dominant Retinitis Pigmentosa. Jpn J of Ophthalmol: 44 (6) : 610 – 614: 2000. (*)