KABARIKA.ID – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. Menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, 5 September 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam acara peringatan Maulid Nabi yang mengambil tema “Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhamnad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri”, Menag Nasaruddin Umar memperkenalkan konsep tentang ekoteologi.

Menag menekankan bahwa ekoteologi merupakan ajakan untuk menumbuhkan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, dengan landasan kasih sayang sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Al Quran dan ajaran Rasulullah SAW justru banyak menonjolkan sifat-sifat Tuhan yang penuh kasih. Mengayomi, mengasihi, menyayangi, dan merawat adalah esensi yang harus kita terapkan, termasuk dalam memperlakukan alam semesta,” ujar Nasaruddin.

Menag menegaskan bahwa manusia memiliki peran untuk dapat menjaga alam dengan baik, bukan sebaliknya melakukan pengrusakan.

“Sebagai khilafah di muka bumi, manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, bukan merusak,” jelasnya.

Dalam tausiahnya, ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW yang tetap relevan hingga saat ini, yang menyebut jangan melakukan pengrusakan pada tempat ibadah, kaum perempuan dan alam.

Di akhir tausiahnya, Menag Kabinet Merah Putih tersebut mengajak seluruh pihak di tanah air untuk menjadikan cinta kasih sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa.

Nasaruddin mengatakan jangan membiarkan perbedaan menjadi tembok pemisah, hal yang paling penting untuk dilakukan menurutnya adalah mencari titik persamaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Di kesempatan tersebut ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya pada Presiden dan Wakilnya atas dukungan terhadap berbagai gagasan Kementerian Agama.

Diketahui, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Menag Nasaruddin Umar, juga turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sejumlah Duta Besar negara sahabat, alim ulama, serta masyarakat umum muslim lainnya. (*)