KABARIKA.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) hari ini meluncurkan serangan fajar untuk meredam gejolak harga pangan. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 24 kabupaten/kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemprov Sulsel langsung turun ke lapangan menjual bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau, disambut antusias oleh ribuan warga.

Di Kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Tamarunang, Mariso, suasana semarak sudah terlihat sejak pagi. Warga berduyun-duyun memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga miring.

Beras premium SPHP dijual hanya Rp57.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.500/kg, dan minyak goreng Rp15.000/liter. Tidak ketinggalan, paket ayam potong 3 ekor hanya Rp100.000 menjadi buruan utama.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Di pasar biasa, uang segini tidak akan dapat sebanyak ini, apalagi akhir bulan,” ujar Sari, salah satu warga yang mengantre, dengan wajah sumringah.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, M. Ilyas, di lokasi menyatakan bahwa aksi ini adalah strategi konkret, bukan sekadar wacana.

“Ini adalah langkah nyata kami. Kita hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan stabilitas harga, terutama jelang akhir bulan yang kerap menjadi momok,” tegas Ilyas.

Gerakan kolaborasi dengan Bulog, BI, BUMN, dan petani ini tidak hanya menyediakan bahan mentah, tetapi juga produk olahan seperti nugget serta aneka ikan segar dan cabai.

Dengan adanya GPM serentak ini, Pemprov Sulsel berharap dapat menciptakan “efek shock therapy” yang meredam inflasi dan meringankan beban hidup warga. (*)