KABARIKA.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Andi Muhammad Yuslim Patawari (AYP), mengapresiasi kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil membawa perubahan positif di sektor pertanian nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AYP yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bidang Perdagangan menyebut, kinerja Amran menunjukkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat ketahanan pangan serta menyejahterakan petani.

“Pak Amran membuktikan bahwa kepemimpinan yang visioner dan berbasis hasil mampu menggerakkan sektor pertanian secara nyata. Kebijakan yang diambil terasa langsung dampaknya di lapangan,” ujar AYP di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

Pernyataan AYP sejalan dengan hasil riset terbaru Prolog Survei Center, lembaga riset di bawah Prolog (Public Research on Governance), yang menempatkan Amran Sulaiman di peringkat kedua sebagai menteri berkinerja terbaik dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Survei yang dilaksanakan pada 7–14 Oktober 2025 itu melibatkan 1.600 responden di 38 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,5 persen. Dalam kategori Menteri Teknis, Amran memperoleh tingkat kepuasan publik 78,9 persen, berada tepat di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (79,4 persen).

Direktur Eksekutif Prolog, Arifuddin Hamid, menjelaskan bahwa survei ini menilai lima dimensi utama: efektivitas kebijakan, manfaat publik, konsistensi program, integritas pelaksanaan, serta empati dan responsivitas sosial.

AYP menilai capaian tersebut sejalan dengan langkah konkret Kementerian Pertanian, salah satunya kebijakan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang baru diumumkan Amran bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

“Penurunan harga pupuk ini bukan hanya keberpihakan pada petani, tapi juga bentuk efisiensi kebijakan yang pro-produktivitas. Ini memperkuat kepercayaan publik bahwa pemerintah di bawah Presiden Prabowo dan Menteri Amran bekerja dengan orientasi hasil,” lanjut Yuslim.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 117/Kpts./SR.310/M/10/2025, yang menetapkan harga pupuk urea Rp1.800 per kilogram dan NPK Phonska Rp1.840 per kilogram, serta beberapa jenis pupuk lainnya dengan harga yang lebih terjangkau.

AYP menegaskan, kinerja Amran selama ini bukan hanya terukur dari angka survei, tetapi juga dari kemampuannya membangun sinergi lintas sektor.

“Sektor pertanian kini menjadi lebih terintegrasi dengan dunia usaha dan perdagangan. Kepemimpinan Pak Amran di Kementan patut diapresiasi karena mampu menggabungkan semangat petani dan efisiensi industri,” tutupnya. (**)