KABARIKA.ID, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi menjelang musim tanam ketiga tahun 2025. Perusahaan memastikan ketersediaan stok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani hingga akhir tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menyebutkan bahwa hingga awal November 2025, sebanyak 6,5 juta ton pupuk subsidi telah disalurkan dari total kuota nasional 9,55 juta ton. Perusahaan menargetkan tambahan distribusi sekitar dua juta ton hingga tutup tahun.
“Memasuki musim tanam ketiga, kami memperkuat sosialisasi dan percepatan penyaluran kepada petani. Kondisi musim hujan di sejumlah daerah mendukung percepatan tanam, sehingga distribusi harus segera dipastikan,” kata Yehezkiel di Karawang, Kamis (11/11/2025).
Untuk mengejar target penyaluran, Pupuk Indonesia mengerahkan seluruh tenaga penjualan dan kios resmi di berbagai daerah. Fokus utama diarahkan kepada petani yang sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sebagai syarat utama penebusan pupuk subsidi.
“Kami pastikan seluruh petani yang berhak dan masuk dalam RDKK bisa menebus pupuk hingga akhir tahun,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, membuka kemungkinan penambahan kuota pupuk bersubsidi pada tahun 2026. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan tingkat penyerapan pupuk subsidi sepanjang 2025.
“Jika kuota 9 juta ton terserap habis, tentu akan dihitung untuk ditambah tahun depan. Saat ini baru sekitar enam juta ton yang terserap,” kata Zulkifli.
Meski percepatan distribusi dilakukan, pemerintah memastikan stok pupuk tetap aman menjelang musim tanam ketiga.
Terkait alokasi pupuk bersubsidi 2026, Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa kontrak dengan Kementerian Pertanian belum diterbitkan.
“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementan untuk kepastian kuota tahun depan,” ujar Yehezkiel. (*)
