KABARIKA.ID, JAKARTA – PT Nindya Karya kembali memperoleh kepercayaan untuk ambil bagian dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Dumai–Sei Mangkei (Dusem).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awal pelaksanaan proyek ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, pada Selasa (16/12).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa proyek pipa transmisi Dusem ditargetkan rampung pada akhir 2027. Infrastruktur ini dirancang untuk memperluas jangkauan dan memudahkan akses gas bumi bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala, mengingat infrastruktur energi memegang peran strategis sebagai penggerak pembangunan sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan pipa Dumai–Sei Mangkei, lanjutnya, diharapkan membuka akses energi yang lebih luas bagi sektor industri, komersial, serta kebutuhan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan melalui laman resmi Ditjen Migas pada Kamis, 18 Desember 2025.
Proyek yang didanai melalui APBN ini terbagi ke dalam dua segmen utama. Segmen pertama membentang dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang sekitar 279,8 kilometer, yang dikerjakan oleh KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersama PT Nindya Karya.
Adapun segmen kedua menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga fasilitas di Duri dengan panjang sekitar 262 kilometer. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia.
Secara teknis, pipa Dusem dirancang berdiameter 20 inci dengan kapasitas penyaluran hingga 109,2 MMSCFD. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas jaringan gas bumi antara Pulau Jawa dan Sumatera, sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan industri. Dampaknya pun diproyeksikan menghadirkan efek berganda bagi perekonomian daerah di sepanjang lintasan pipa, dari Belawan hingga Duri.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, menegaskan bahwa penetapan para penyedia jasa telah melalui proses seleksi yang ketat guna menjamin mutu pekerjaan, ketepatan waktu, serta efisiensi biaya. Berdasarkan pembahasan teknis dan klarifikasi, seluruh penyedia jasa dinyatakan siap melaksanakan pekerjaan, termasuk dari sisi ketersediaan personel inti, peralatan utama, rencana pengadaan material, serta komitmen penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sejalan dengan itu, Sekretaris Perusahaan PT Nindya Karya, M. Maududy Ary, menegaskan bahwa keterlibatan Nindya Karya dalam PSN ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan infrastruktur energi nasional. Bersama mitra KSO, Nindya Karya siap mengerahkan sumber daya terbaik, menerapkan standar keselamatan dan mutu yang tinggi, serta memastikan proyek berjalan sesuai target waktu dan biaya.
Menurutnya, proyek pipa gas Dusem tidak hanya strategis dari sisi bisnis, tetapi juga membawa manfaat besar bagi pemerataan akses energi serta percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah.
