KABARIKA.ID, JAKARTA — Maxwell Leadership Indonesia secara resmi mengumumkan akuisisi terhadap GOVOKASi, platform internship dan experiential learning yang didirikan oleh Stephen Sebastian dan Anjelica Reisa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kolaborasi ini dilakukan bersama MD Co (Million Dollar Company) sebagai langkah strategis untuk memperkuat jalur kepemimpinan Indonesia—mulai dari mahasiswa unggulan, profesional muda, hingga eksekutif di masa depan.

Pada kesempatan ini Maxwell Leadership Indonesia juga mengumumkan penunjukan Stephen Sebastian sebagai CTO (Chief Transformation Officer) di Maxwell Corporate Solutions Group, memperkuat mandat transformasi organisasi dan percepatan pengembangan pemimpin di berbagai sektor industri.

“Bangga banget, GOVOKASi, MD Co, dan Maxwell Leadership Indonesia secara resmi menjadi satu keluarga besar. Kami undang teman-teman semuanya untuk menjadi bagian dari cerita kita. This is our story,” ujar Founder Maxwell Leadership Indonesia, David Tjokrorahardjo di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Peresmian tersebut dilakukan dihadapan ratusan peserta dalam acara Maxwell Mentorship: Awakening The Leader Within You di Mall Alam Sutera yang dibawakan oleh David Tjokrorahardjo dan Merry Riana.

Dalam kesempatan tersebut, Merry Riana selaku Faculty Member dari Maxwell Leadership Indonesia menegaskan peran strategis kolaborasi bersama GOVOKASi sebagai jembatan nyata bagi anak muda untuk belajar, bekerja, sekaligus mengembangkan dan memperbarui potensi diri agar siap bersaing di dunia nyata.

“Anak muda harus KEPO (Kenali Potensi). Ini cara mereka untuk bisa mengenali potensi mereka apa, bisa turun ke lapangan untuk lihat teori dan di lapangan berbeda,“ ujar Merry Riana yang juga sekaligus Enrepreneur, Investor, Content Creator dan Staf Khusus Menteri Koordinator ini.

Lebih lanjut, Merry Riana menekankan pentingnya menjadi generasi muda yang UTANG (Unggul dan Tangguh). Menurutnya, generasi saat ini harus memiliki mindset champion dan menjadikan kualitas diri sebagai prioritas utama.

“Being average is easy. Kalau mau jadi unggul, harus berpikir kritis untuk mencoba lebih dari orang lain. Always be more than expected, tangguh dan pantang menyerah. Kita harus terbentur, terbentur, baru bisa terbentuk,” pungkasnya. (*)