KABARIKA.ID, MAKASSAR – Sebanyak 215 rumah tangga tak mampu di lima kabupaten dan 207 keluarga di pulau terpencil kini menikmati cahaya listrik untuk pertama kalinya. Bantuan energi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi jawaban atas kegelapan dan keterisolasian, sekaligus menyalakan harapan baru untuk ekonomi dan pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun 2025 secara resmi telah menyambungkan 215 rumah ke jaringan PLN. Penerima, yang berasal dari keluarga paling rentan (desil 1-3 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), tersebar di Kabupaten Sidrap, Soppeng, Takalar, Wajo, dan Enrekang. Setiap rumah mendapatkan instalasi sederhana dengan empat titik lampu dan sambungan meteran listrik 450 VA bersubsidi.

“Melalui program BPBL dan LTSHE, komitmen kami jelas: tidak ada lagi warga Sulsel yang hidup dalam gelap. Listrik adalah hak dasar untuk mendukung ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan, bahkan hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan,” tegas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, melalui pernyataan yang disampaikan Kepala Dinas ESDM Sulsel, Andil Eka Prasetya, Kamis (25/12/2025).

Tidak hanya di daratan, cahaya juga sampai ke pulau-pulau terisolir. Sebanyak 207 unit Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) telah dipasang di dua desa di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai.

Daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN ini kini menerangi 162 rumah di Desa Pulau Padaelo dan 45 rumah di Desa Pulau Persatuan dengan energi bersih.

“Alhamdulillah lampunya sudah menyala! Terima kasih banyak Bapak Gubernur,” ucap Ny. Ancha, salah satu penerima LTSHE di Pulau Sembilan, dengan haru.

Senada, Handayani, penerima BPBL mengungkapkan kejutan dan kebahagiaannya, “Saya tidak pernah mengira akan dapat bantuan ini. Terima kasih Pak Gubernur.”

Program strategis ini merupakan bagian dari upaya percepatan menuju rasio elektrifikasi 100% di Sulsel. Sejak 2023, total 562 rumah telah mendapat BPBL dan 317 unit LTSHE tersebar di berbagai daerah, termasuk Luwu Utara, Bone, dan Pinrang.

“Listrik bukan sekadar penerang. Ini adalah penggerak. Kami membayangkan tumbuhnya usaha rumahan, anak-anak bisa belajar malam hari, hasil laut dan pertanian bisa diolah lebih baik. Semua ini sekaligus mendorong transisi energi ke sumber terbarukan,” papar Eka Prasetya.

Dengan dua program andalan ini, Pemprov Sulsel tidak hanya menuntaskan kewajiban menyediakan akses energi, tetapi juga membangun fondasi untuk pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat rumah tangga yang paling membutuhkan. (*)