KABARIKA.ID, MAKASSAR – Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di kabupaten kelahirannya, Bone, Sulawesi Selatan, pekan depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan memulai peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dengan upacara di Lapangan MAN 2 Makassar, Sabtu (3/1/2026). Upacara dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Ali Yafid, dan dihadiri perwakilan Pemprov Sulsel.
Ali Yafid menegaskan, HAB ke-80 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen melayani masyarakat. Ia menyoroti tema nasional HAB tahun ini, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, sebagai pesan strategis di tengah keberagaman.
Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan ras harus dirajut menjadi kekuatan kolektif. “Kerukunan umat beragama bukan hanya meniadakan konflik, tapi menjadi sinergitas, menjadi penyemangat untuk membangun bangsa ini ke depan lebih baik,” tegas Yafid.
Peringatan tidak berhenti pada upacara. Sejak beberapa hari sebelumnya, telah digelar rangkaian aksi sosial seperti donor darah dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. “Ini bagian dari komitmen Kemenag untuk hadir langsung di tengah masyarakat,” jelas Yafid.
Puncak peringatan HAB tingkat provinsi akan digelar di Kabupaten Bone, pada 6-10 Januari 2026. Acara ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
“Insyaallah akan dihadiri langsung oleh bapak Menteri Agama RI bersama dengan bapak Gubernur Sulsel,” ujar Ali Yafid.
Dalam kesempatan yang sama, Kabiro Kesra Setda Sulsel sekaligus Plt. Kepala BKD Sulsel, Erwin Sodding, mengapresiasi sinergi yang solid antara Pemprov Sulsel dan Kemenag.
Ia mengungkapkan, sinergi ini telah berkontribusi pada capaian konkret, dimana Sulsel meraih dua penghargaan nasional untuk kategori kehidupan beragama yang harmonis dan inspiratif.
“Itu sudah terbukti, wilayah Sulsel dikategorikan dalam beragama itu baik, harmoni, dan inspiratif,” kata Erwin. (*)
