KABARIKA.ID, MAKASSAR – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berubah menjadi magnet kerukunan dan geliat ekonomi pada Rabu (7/1/2026). Sebanyak 38.000 peserta dari berbagai penjuru daerah membanjiri Lapangan Merdeka Bone, merayakan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut gelaran akbar ini bukan sekadar seremoni, tapi berkah ekonomi bernilai puluhan miliar rupiah bagi daerah serta panggung nyata persatuan bangsa.
Ribuan orang dari beragam latar belakang agama, suku, dan daerah berbaur dalam satu barisan Jalan Santai Kerukunan. Pemeluk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu berjalan berdampingan, diiringi tawa dan salam, mengawali rangkaian puncak peringatan HAB ke-80 Kemenag tingkat Provinsi Sulsel.
“Ini banjir tamu yang luar biasa. Jarang-jarang Bone kedatangan tamu sebesar ini,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, takjub menyaksikan antusiasme massal.
Ia menegaskan, HAB tahun ini melampaui nilai seremonial. “Bayangkan, puluhan ribu orang datang. Jika masing-masing membelanjakan ratusan ribu rupiah, puluhan miliar rupiah berputar di sini. Ini dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Bone,” paparnya di depan media.
Menag menekankan bahwa semangat persaudaraan yang terpancar di Bone adalah cerminan indeks kerukunan umat beragama Indonesia yang, menurutnya, tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Mereka begitu akbar, lupa perbedaan. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya. Kemenag akan terus menjadi garda terdepan memelihara harmoni ini,” tegasnya.
Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), zikir kebangsaan, bakti sosial untuk penyandang disabilitas, hingga penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh dan Sumbar turut memeriahkan rangkaian HAB.
Sebanyak 80 balon dilepaskan ke angkasa, simbolisasi delapan dekade pengabdian Kementerian Agama.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menambahkan bahwa jumlah peserta bahkan masih berpotensi bertambah dari angka 38.000 yang tercatat. (*)
