KABARIKA.ID, MAKASSAR – Kota Makassar mencatatkan prestasi bersejarah dengan masuk dalam lima besar finalis penghargaan urban bergengsi dunia, WRI Ross Center Prize for Cities.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan program peremajaan permukiman kumuh, RISE (Revitalizing Informal Settlements and their Environments), mengantarkan ibu kota Sulawesi Selatan ini bersaing dengan sekitar 300 kota dari seluruh dunia.
Penghargaan yang berfokus pada inovasi keberlanjutan dan lingkungan perkotaan ini akan mengumumkan pemenangnya di New York City, AS, pada April 2026 mendatang.
“Kami sangat senang karena program RISE di Makassar telah terpilih sebagai salah satu dari lima proyek global yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperbaiki kota-kota di seluruh dunia,” ujar Diego Rivera, perwakilan World Resources Institute (WRI) dan Monash University, saat melakukan kunjungan penilaian akhir ke Balai Kota Makassar, beberapa waktu lalu.
Pencapaian ini diraih dalam kurun waktu sekitar satu tahun kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, yang dilantik pada 20 Februari 2025. Capaian ini menjadi bukti percepatan pembangunan berkelanjutan yang diprioritaskan pemerintahan baru.
Program RISE, yang berfokus pada peningkatan kesehatan lingkungan melalui penyediaan air bersih, sanitasi, dan pengendalian banjir di permukiman padat seperti Untia dan Bone Lengga, berhasil menarik perhatian juri internasional.
“Dari ratusan proyek global, hanya lima yang terpilih. Kami datang ke Makassar untuk mendokumentasikan dampak nyata program ini bersama warga dan membuat film pendek yang akan ditayangkan di New York,” jelas Rivera.
Wali Kota Appi dalam paparannya menyebut bahwa persoalan banjir, air minum, dan sanitasi adalah tantangan klasik yang langsung memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan warga. Dukungan penuh pemkot dinilai krusial dalam kesuksesan program.
“Proyek ini sangat baik dan bisa menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain di Makassar. Ini bukan hanya penghargaan untuk pemerintah, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Makassar,” tegas Appi.
Terpilihnya Makassar sebagai finalis menempatkan kota ini dalam peta inovasi urban global. Appi berharap, kesuksesan ini dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menciptakan permukiman yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
“Posisi ini sangat baik. Kami bangga WRI menampilkan Makassar sebagai salah satu dari lima kota di panggung dunia,” tutupnya.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada New York, April 2026. Apapun hasil akhirnya, langkah Makassar menuju finalis penghargaan dunia telah menyalakan cahaya prestasi Indonesia di bidang pembangunan berkelanjutan.(*)
