KABARIKA.ID, MAKASSAR – Selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Tak hanya menjamin stok aman, perusahaan bahkan menambah pasokan hingga ratusan ribu tabung untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama bulan puasa hingga Idulfitri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo, mengungkapkan bahwa tambahan pasokan yang disiapkan mencapai sekitar 426 ribu tabung. Angka ini setara dengan peningkatan 5,4 persen dari rata-rata penyaluran bulanan.

“Itu sudah direncanakan mulai dari tanggal 14 kemarin hingga nanti di penghujung bulan Februari. Penambahan setidaknya sekitar 426 ribu tabung, atau sekitar 5,4 persen dari rata-rata bulanannya,” kata Wahyu.

Ia menegaskan bahwa kondisi stok di seluruh fasilitas penyimpanan, termasuk Depot Bosowa dan Integrated Terminal (IT) Makassar, berada dalam keadaan sangat aman. Menurutnya, ketahanan stok di depot mencapai lebih dari 10 hari.

“Ketersediaan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri ini dalam kondisi aman. Seperti yang tadi sudah disampaikan, stok yang ada di depot itu lebih dari 10 hari ketahanannya,” tegasnya.

Tak hanya di depot, pasokan di tingkat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) juga dipastikan mencukupi. Wahyu menjelaskan bahwa distribusi rutin dilakukan setiap hari melalui mobil skid tank untuk menjaga ketersediaan LPG di masyarakat.

“Di SPBE, stoknya lebih dari satu hari dan setiap hari ada pengiriman melalui mobil skid tank,” lanjutnya.

Di tengah kabar gembira soal tambahan pasokan, Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan LPG 3 kilogram. Tabung bersubsidi ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar berhak sesuai ketentuan pemerintah.

Wahyu menyebutkan bahwa setidaknya ada delapan sektor usaha yang dilarang menggunakan LPG subsidi. Larangan ini berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) tahun 2022. Sektor-sektor tersebut meliputi hotel, restoran, usaha laundry, jasa las, hingga peternakan.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan LPG 3 kilo sesuai dengan peruntukannya,” pesan Wahyu. (*)