KABARIKA.ID, MAKASSAR — PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tetap aman menjelang musim tanam, di tengah meningkatnya permintaan dan tingginya penebusan petani pada awal tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan perusahaan menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan nasional.

Langkah tersebut meliputi optimalisasi kapasitas produksi, penguatan distribusi antarwilayah, serta penyesuaian stok.

Menurut Rahmad, tantangan yang dihadapi antara lain proses pemulihan pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) pascabanjir di Aceh pada akhir 2025.

Pabrik tersebut merupakan salah satu penopang distribusi pupuk untuk wilayah Sumatera bagian utara.

Selain itu, cuaca ekstrem di sejumlah daerah turut memengaruhi kelancaran distribusi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pupuk Indonesia mendorong peningkatan utilitas pabrik di seluruh anak usaha agar beroperasi maksimal.

Perusahaan juga melakukan penyesuaian stok dengan mengonversi pupuk nonsubsidi menjadi pupuk subsidi melalui proses pewarnaan dan pengantongan.

Di sisi distribusi, perusahaan menerapkan realokasi stok antarwilayah guna memastikan daerah strategis seperti Sumatera Utara dan Jawa tetap terpenuhi kebutuhannya.

Dukungan infrastruktur logistik terintegrasi—mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang—dioptimalkan, termasuk penambahan jam operasional gudang untuk mempercepat penyaluran.

Pupuk Indonesia juga memanfaatkan sistem digital Command Center untuk memantau pergerakan stok secara real-time. Sementara itu, petani dapat menebus pupuk bersubsidi dengan mudah melalui aplikasi i-Pubers menggunakan KTP.

Rahmad menegaskan strategi penguatan pasokan ini dijalankan bersamaan dengan percepatan pemulihan fasilitas produksi terdampak bencana, agar kebutuhan pupuk petani tetap terjamin dalam jangka pendek maupun panjang. (*)