KABARIKA.ID, MAKASSAR – Rencana pengiriman 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza untuk misi perdamaian global masih dalam status “siaga satu”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan kesiapan pasukan, Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan, menegaskan bahwa jadwal pemberangkatan masih menunggu lampu hijau.

“Belum ada jadwal. Ini baru kita siapkan. Belum ada rencana pengirimannya,” ujar Donny kepada wartawan usai acara di Makassar, Minggu (22/2/2026).

Meski belum ada kepastian waktu, Kementerian Pertahanan memastikan ribuan personel TNI tersebut sudah dalam status siaga. Mereka akan diterjunkan sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional untuk menjalankan misi Peacekeeping (perdamaian).

“Kita siapkan cukup banyak, sekitar 8 ribuan personel TNI untuk perdamaian,” tegas Donny, memberikan sinyal bahwa secara teknis dan personel, Indonesia sudah siap kapan pun diperintah.

Dalam perkembangan mengejutkan, Donny juga membuka opsi bahwa Indonesia bisa saja menarik diri dari Board of Peace (BOP) jika lembaga tersebut dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional.

“Nanti kita lihat, kalau memang tidak sejalan dengan kepentingan pemerintah Indonesia, opsi itu masih tetap ada,” tuturnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun berkomitmen pada perdamaian global, Indonesia tetap mengedepankan kedaulatan dan kepentingan strategisnya. (*)