KABARIKA.ID, MAKASSAR – Tujuh hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung ke lapangan memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern, Kamis (12/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah lonjakan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Mengawali rangkaian sidaknya, orang nomor satu di Kota Makassar itu menyusuri lorong-lorong Pasar Pabaeng-baeng di Kecamatan Tamalate. Dengan sabar, ia menyapa para pedagang, menanyakan harga terkini, serta menggali keluhan terkait pasokan barang.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Alhamdulillah, secara umum harga masih terkendali. Memang ada kenaikan di beberapa komoditas, tapi masih dalam batas wajar,” ujar Munafri seusai berdialog dengan pedagang.
Dari hasil pemantauan, sejumlah bahan pokok seperti ayam ras dan telur dilaporkan masih stabil. Namun, komoditas cabai merah dan cabai keriting mencatat kenaikan paling signifikan.
Sementara itu, kelapa justru mengalami penurunan harga akibat kebijakan larangan ekspor yang membuat pasokan dalam negeri melimpah.
“Yang naik itu cabai, tapi kita lihat penyebabnya karena permintaan tinggi. Sementara kelapa turun, itu dampak dari kebijakan pemerintah pusat. Ada juga bawang yang naik tipis 5-10 persen, masih dalam toleransi,” jelas pria yang akrab disapa Appi itu.
Ia menambahkan, komoditas seperti telur menjadi perhatian khusus karena diprediksi akan melonjak permintaannya menjelang hari raya. “Telur ini penting. Kita akan kawal distribusinya agar stok terjaga dan harga tidak meroket,” tegasnya.
Menariknya, meski sudah memasuki H-7 Lebaran, aktivitas di Pasar Pabaeng-baeng terlihat belum terlalu ramai. Menurut Appi, hal ini menunjukkan bahwa puncak belanja masyarakat diperkirakan baru terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Di H-7 ini pasar masih agak slow, belum terlalu sesak. Daya beli masyarakat juga relatif stabil, meski ada pedagang yang bilang sedikit menurun dibanding tahun lalu,” ungkapnya.
Untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan terus menggencarkan program pasar murah. Kegiatan ini digelar setiap hari di sembilan titik berbeda yang tersebar di seluruh wilayah kota.
“Kami ingin masyarakat punya alternatif harga yang bisa menjadi acuan. Pasar murah ini juga menjadi instrumen intervensi pemerintah agar harga di pasar tidak melonjak tak terkendali,” jelas Appi.
Usai memantau pasar tradisional, Wali Kota bersama tim pengawasan terpadu melanjutkan sidak ke Hypermart di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, serta mengecek pelaksanaan pasar murah di Kantor Lurah Panaikang.
“Mudah-mudahan dengan berbagai upaya ini, masyarakat Makassar bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang dan kebutuhan pokoknya terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya. (*)
