KABARIKA.ID, MAKASSAR– Gelombang kepulangan para saudagar asal Sulawesi Selatan ke Makassar dan sekitarnya mulai terasa sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen ini bukan hanya dimanfaatkan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, tetapi juga sebagai ajang konsolidasi menjelang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang akan digelar pada 25-26 Maret di Hotel Claro, Makassar.
Saudagar Pulang Kampung: Silaturahmi dan Bisnis
Fenomena penyerbuan ke Makassar oleh para saudagar Bugis Makassar, Mandar, dan Toraja menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional dan jaringan sosial ekonomi mereka.
Lebaran menjadi peristiwa religius sekaligus simpul perjumpaan untuk memperkuat silaturahmi, memperluas jejaring, serta mematangkan kolaborasi bisnis lintas daerah.
Haji Adhan Arman Wollong, yang akrab disapa Haji Dehan dan telah rutin mengikuti PSBM sejak 1993, mengatakan,
“Saya Lebaran di Makassar dan bersilaturahmi dengan keluarga di Barru.”
Haji Dehan merupakan saudagar yang bergerak di bidang perdagangan hasil bumi, kontraktor, serta pemilik kapal ekspedisi di Serui, Papua.
Persiapan PSBM dan Kegiatan Saudagar
Sejumlah panitia PSBM juga telah mudik pekan ini untuk melakukan persiapan acara sekaligus merayakan Lebaran di kampung halaman masing-masing.
Sementara itu, sebagian saudagar telah tiba lebih dulu di tanah kelahiran mereka untuk memanfaatkan momen Lebaran dengan bersilaturahmi, berziarah ke makam orangtua, dan meninjau usaha serta jaringan bisnis yang tersebar di berbagai daerah.
Zaenal A. Sahabuddin, yang kini berada di Pangkep, menjelaskan,
“Saya ke Segeri dulu untuk melihat perkembangan usaha.”
Zaenal tidak hanya dikenal sebagai guru besar di Universitas Pertahanan Jakarta, tapi juga sebagai pengusaha dengan portofolio usaha beragam mulai dari hotel, air mineral, restoran di Segeri, hingga sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara. Setelah Lebaran, ia dijadwalkan bertolak ke Makassar untuk mengikuti PSBM.
Hal serupa dilakukan oleh H. Darwis yang telah berada di Makassar selama seminggu sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Bone.
Darwis yang menetap di Kupang memiliki lini usaha di bidang perkayuan, restoran, dan ritel, dengan aktivitas bisnis yang menjangkau Makassar dan Kendari. Sebagai Ketua KKSS NTT, ia konsisten hadir dalam setiap pelaksanaan PSBM.
Peran PSBM dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Ketua KKSS Poso, Abdu Umar, yang sudah berada di Kota Daeng sejak tiga hari lalu bersama keluarganya, menuturkan,
“Insya Allah saya ikut PSBM.”
Selain kulineran dan bersilaturahmi dengan kerabat, Abdu juga memiliki usaha hotel dan apotik di Poso. PSBM XXVI mengusung semangat “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” yang diharapkan dapat semakin memperkuat peran saudagar Sulawesi Selatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat regional maupun nasional.
Lebaran dan PSBM menjadi momentum strategis bagi para saudagar untuk tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga memperkokoh jaringan bisnis dan kolaborasi antar daerah demi kemajuan bersama. (*)
