KABARIKA.ID, MAKASSAR – Di sela-sela gelaran Syawalan 1447 Hijriah yang menghadirkan ribuan warga Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman secara simbolis menyerahkan hibah senilai Rp800 juta kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serah terima berlangsung di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Makassar, disaksikan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti serta jajaran pimpinan persyarikatan dan kepala daerah.
Hibah tersebut diserahkan di hadapan Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, Ketua PWM Sulsel Ambo Asse, serta sejumlah bupati dan wali kota se-Sulsel.
Gubernur tidak menyebutkan rincian alokasi dana, namun menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan yang dikelola Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
“Pemerintah hadir untuk menguatkan peran mitra strategis dalam membangun masyarakat. Muhammadiyah adalah salah satu pilar utama,” ujar Andi Sudirman dalam sambutannya.
Penyerahan hibah itu disambut tepuk tangan ribuan jamaah yang hadir dalam acara silaturahmi pasca-Lebaran tersebut.
Pemberian hibah itu berlangsung tepat setelah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan orasi kebangsaan yang menekankan pentingnya mengelola perbedaan dengan adab dan menjauhi sikap saling merasa paling benar.
Mu’ti mengajak umat berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik.
Ketua Panitia Syawalan yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Abd Rakhim Nanda, mengapresiasi hibah tersebut sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap amal usaha Muhammadiyah. “Ini bukan sekadar dana, tetapi pengakuan atas kerja-kerja nyata persyarikatan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Acara Syawalan itu sendiri menjadi panggung konsolidasi besar, dihadiri pula pimpinan ‘Aisyiyah, organisasi otonom, pimpinan amal usaha, hingga rektor perguruan tinggi Muhammadiyah se-Sulsel.
Gubernur Sulsel tampak duduk berdampingan dengan Mu’ti dan Irwan Akib, menunjukkan eratnya hubungan eksekutif daerah dengan ormas Islam terbesar kedua di Indonesia itu. (*)
