KABARIKA.ID, MAKASSAR – Memasuki hari kelima operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, perjuangan ratusan personel gabungan yang terus berjibaku di lautan mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politikus Partai Gerindra yang membidangi sektor perhubungan itu menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan hingga nelayan setempat yang tanpa kenal lelah terlibat dalam misi kemanusiaan untuk mencari para korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
“Atas nama Komisi V DPR RI, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, para relawan, serta nelayan yang sejak hari pertama terus berjuang dalam operasi pencarian korban KLM Nurul Salsa. Mereka bekerja bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga mengemban misi kemanusiaan yang sangat mulia,” kata Andi Iwan Darmawan Aras, Minggu (19/7/2026).
Menurut AIA, operasi pencarian yang telah memasuki hari kelima menunjukkan komitmen negara untuk terus berupaya menemukan seluruh korban. Meski dihadapkan pada tantangan cuaca, arus laut, dan luasnya wilayah pencarian, semangat para personel di lapangan tidak surut.
“Saya memahami tugas ini tidak mudah. Mereka menghadapi gelombang laut, cuaca yang berubah-ubah, dan area pencarian yang sangat luas. Namun dedikasi yang ditunjukkan seluruh tim patut diapresiasi karena mereka tetap bekerja dengan penuh semangat demi memberikan kepastian bagi keluarga korban,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan dan Basarnas, AIA mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan operasi SAR yang kini diperkuat dengan penambahan armada laut serta perluasan area pencarian.
Ia menilai langkah Basarnas memperluas area operasi hingga 1.305 mil laut persegi dan memanfaatkan teknologi Search and Rescue Marine Prediction (SARMAP) merupakan bentuk keseriusan dalam mengoptimalkan peluang menemukan korban.
“Pengerahan kapal-kapal SAR, unsur TNI AL, kepolisian, hingga dukungan nelayan lokal menunjukkan sinergi yang sangat baik. Saya berharap ikhtiar ini membuahkan hasil sehingga seluruh korban yang masih dicari dapat segera ditemukan,” katanya.
Dalam operasi hari kelima, wilayah pencarian dibagi ke dalam empat sektor dengan luas masing-masing sekitar 337,5 mil laut persegi. Penyisiran dilakukan menggunakan KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, serta KRI Hiu 634 yang didatangkan dari Palu.
AIA juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moril kepada seluruh personel yang masih bertugas di lapangan serta mendoakan keselamatan tim pencarian.
“Kita semua tentu berharap operasi ini berjalan lancar. Mari kita doakan para petugas yang sedang bertugas agar selalu diberi keselamatan dan kekuatan. Semoga seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian,” tuturnya.
Di sisi lain, AIA menegaskan bahwa tragedi KLM Nurul Salsa harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi laut, khususnya pelayaran antarpulau di wilayah kepulauan.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Setelah operasi kemanusiaan ini selesai, tentu perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh aspek keselamatan, mulai dari kelaikan kapal, kelengkapan alat keselamatan, hingga sistem pengawasan pelayaran. Jangan sampai tragedi seperti ini kembali terulang,” pungkasnya. (*)
