KABARIKA.ID, MANGGARAI BARAT– Respons cepat Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Flores mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena. Sebagai pemimpin daerah, Melki menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat yang memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak segera dipenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terima kasih Pak Menteri Pertanian yang terus mendukung kami di Flores membantu korban gempa,” ujar Melki.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak bencana. Arahan itu kemudian ditindaklanjuti Mentan Amran dengan memastikan bantuan pangan segera bergerak ke daerah tanpa terhambat proses administrasi.

Bantuan pangan untuk sejumlah wilayah terdampak gempa di Pulau Flores yang diajukan pemerintah daerah mencapai 861,5 ton beras dengan nilai sekitar Rp12,1 miliar. Mentan Amran memerintahkan agar bantuan segera disalurkan, sementara proses administrasi dapat diselesaikan kemudian.

Langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Mentan Amran ke wilayah terdampak bencana pada 19 Agustus 2026. Saat berada di lokasi, Mentan Amran menegaskan bahwa kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi darurat tidak boleh tertunda hanya karena persoalan surat-menyurat.

“Ini perintah Bapak Presiden, kita harus bergerak cepat, menyelesaikan masalah, bukan membawa masalah ke Jakarta. Ambil dulu beras di gudang, proses izinnya dan persetujuannya belakangan. Ini darurat,” tegas Mentan Amran.

Kecepatan tersebut langsung terlihat ketika pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tambahan beras. Saat Wakil Bupati Manggarai meminta tambahan 200 ton beras, Mentan Amran langsung menyetujui dan memerintahkan Bulog memenuhinya. Hal serupa dilakukan untuk Manggarai Barat yang mengajukan bantuan 60 ton beras.

Mentan Amran bahkan meminta gudang dibuka selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dilayani setiap saat. Ia juga membuka ruang penambahan bantuan apabila stok yang tersedia belum mencukupi kebutuhan di lapangan.

“Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, 24 jam kami buka gudang. Yang Bapak minta, saya penuhi. Kalau nanti belum cukup, tambah. Jadi tidak ada alasan,” ujar Mentan Amran.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan arahan Mentan Amran langsung direalisasikan. Seluruh permintaan bantuan bencana dari pemerintah daerah diminta segera ditindaklanjuti agar masyarakat terdampak tidak mengalami kekurangan pangan.

“Pak Menteri Pertanian, Pak Kepala Badan Pangan Nasional ingin ini segera dilaksanakan secepat-cepatnya. Terkait bantuan bencana alam, semua permintaan bupati harus segera kita tindak lanjuti. Tidak usah menunggu surat-menyurat, nanti administrasinya menyusul. Yang penting ada permintaan lisan dari bupati, itu langsung diperintahkan kepada Bulog untuk segera merealisasikan di lapangan,” ujar Andriko saat penyaluran bantuan di Manggarai Barat, Kamis (20/8).

Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat Ovan Adu turut menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah tiba di gudang Labuan Bajo. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan secara proporsional kepada masyarakat terdampak.

“Saya menyampaikan terima kasih atas bantuan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional yang sudah sampai di gudang kami di Labuan Bajo. Kami akan mendistribusikan bantuan ini secara proporsional kepada masyarakat yang terdampak gempa,” ujar Ovan.

Selain bantuan khusus bencana, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan reguler bagi keluarga penerima manfaat di NTT. Alokasinya mencapai sekitar 25.579 ton beras untuk sekitar 861.058 penerima, dengan nilai sekitar Rp358 miliar, untuk periode Juli–September 2026.

Masyarakat terdampak gempa yang berada di luar sasaran bantuan reguler tetap dapat dijangkau melalui skema bantuan bencana. Pemerintah juga memperkuat dukungan melalui donasi dari berbagai pihak, termasuk Mentan Amran bersama jajaran dan kolega, BUMN, serta sumber lain yang tidak mengikat.

Sekitar 50 truk bantuan disiapkan membawa berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari mi instan, biskuit, gula, telur, minyak goreng hingga bahan pangan lainnya. Sebagian bantuan telah tiba dan diserahterimakan di Manggarai Barat untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Andriko menegaskan seluruh langkah tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat di wilayah Flores yang terdampak gempa tidak menghadapi persoalan kekurangan pangan selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.

“Harapan Pak Menteri Pertanian, masyarakat di wilayah Flores yang terdampak gempa tidak ada persoalan terkait dengan kekurangan pangan,” ujar Andriko.

Respons cepat tersebut menunjukkan bahwa arahan Presiden Prabowo untuk hadir dan bergerak cepat dalam penanganan bencana diterjemahkan langsung di lapangan. Bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit, pemerintah memastikan bantuan tidak berhenti pada keputusan, tetapi bergerak dari gudang hingga sampai kepada mereka yang membutuhkan. (*)