KABARIKA.ID, BULUKUMBA — Masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Bulukumba kembali mendapatkan bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid, Jumat (18/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurdin Halid mengatakan, penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia pun menyapa para penerima manfaat dan berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Kepada penerima manfaat, hari ini hari Jumat, insyaallah berkah. Saya lihat wajah ibu-ibu cerah ceria. Kami hadir di sini sebagai sebuah kepedulian, menyaksikan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nurdin Halid.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga menjelaskan bahwa penetapan masyarakat yang menerima bantuan pangan bukan dilakukan oleh Perum Bulog. Menurut dia, data penerima manfaat ditentukan oleh pemerintah daerah melalui instansi yang menangani urusan sosial.

“Yang menentukan penerima bukan Bulog, tapi Kadis Sosial,” katanya.

Nurdin menambahkan, ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi yang kuat. Hal itu disampaikannya setelah Komisi VI DPR RI melakukan pembahasan strategis bersama jajaran Perum Bulog beberapa hari sebelumnya.

“Tiga hari yang lalu saya selaku pimpinan Komisi VI DPR RI bersama seluruh anggota Komisi VI itu diskusi strategis dengan Kabulog di kantor Bulog. Salah satu yang kita bicarakan adalah mengenai ketersediaan pangan nasional,” jelasnya.

Menurut Nurdin, berdasarkan informasi yang diterima dalam pembahasan tersebut, stok beras yang dikelola Bulog berada di kisaran 4,7 juta ton. Angka tersebut sebelumnya juga dilaporkan pemerintah sebagai salah satu capaian tinggi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pada pertengahan September 2026, Bulog mencatat stok CBP sekitar 4,722 juta ton setelah sebagian stok digunakan untuk berbagai program penyaluran pangan pemerintah.

Nurdin menyebut kondisi stok tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Alhamdulillah saat ini Bulog telah menyiapkan, menyediakan stok 4,7 juta ton. Daripada stok Bulog itu tertinggi sepanjang Indonesia merdeka,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pemerintah telah memberikan mandat kepada Bulog untuk menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Cadangan tersebut kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nurdin mengaitkan kebijakan tersebut dengan agenda ketahanan pangan pemerintah. Menurutnya, ketersediaan pangan menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Ada keputusan pemerintah yang memerintahkan Bulog untuk menyiapkan cadangan pangan pemerintah. Karena Bapak Presiden Prabowo memiliki program Asta Cita, di situ ada ketahanan pangan agar negara tidak membiarkan satu orang rakyat yang tidak makan karena tidak ada beras,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan cadangan pangan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok di gudang, tetapi juga bagaimana beras tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan kebijakan pemerintah.

“Itulah mengapa Bulog menyiapkan bantuan tersebut,” ujar Nurdin.

Sebelumnya, pemerintah melalui Bulog juga menyampaikan bahwa stok CBP mencapai 4,7 juta ton pada April 2026. Badan Pangan Nasional mencatat stok tersebut mencapai sekitar 4,727 juta ton per 13 April 2026. (*)