KABARIKA.ID, JAKARTA -PT Nindya Karya (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Kali ini, kontribusi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dalam proyek Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia, sebuah langkah strategis untuk memperkuat sarana dan prasarana seni serta kebudayaan di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek revitalisasi secara resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang digelar pada Jumat (23/10) di kawasan Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas seni dan budaya yang lebih modern, representatif, dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan ekosistem seni Indonesia.

Prosesi groundbreaking turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah, Direktur Operasi 2 Arif Putranto, Sekretaris Perusahaan M. Maududy Ary, SVP Divisi Properti Arif Iswadi, serta SVP Divisi QHSE Dedikasi Firansyah.

Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia mencakup berbagai pekerjaan konstruksi dan penataan fasilitas. Lingkup pekerjaan antara lain meliputi penataan kawasan lanskap, pengembangan area kafe dan perkantoran, serta renovasi sejumlah bangunan utama, seperti Gedung A, Gedung C, Gedung D, gedung ekstensi, dan gedung serbaguna. Selain itu, pekerjaan juga mencakup pembangunan dan peningkatan berbagai fasilitas pendukung, termasuk sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan atau MEP.

Sejumlah bangunan juga akan dioptimalkan fungsinya agar mampu mendukung kegiatan pameran, pengelolaan koleksi, aktivitas edukasi, serta operasional Galeri Nasional Indonesia secara lebih efektif dan efisien.

Dalam pelaksanaan proyek tersebut, Nindya Karya mengadopsi metode konstruksi terintegrasi melalui pendekatan Design and Build. Metode ini memadukan tahapan perancangan dan pelaksanaan konstruksi dalam satu proses yang terkoordinasi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan pekerjaan yang lebih efektif dengan tetap mengedepankan kualitas, fungsi, kenyamanan, keselamatan, keandalan bangunan, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa revitalisasi Galeri Nasional Indonesia perlu dilaksanakan secara optimal meskipun proyek tersebut memiliki waktu pengerjaan yang relatif terbatas. Ia pun menyampaikan kepercayaannya terhadap kapasitas dan pengalaman Nindya Karya dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Saya berharap Nindya Karya sebagai pelaksana revitalisasi dapat bekerja maksimal meskipun waktu pelaksanaannya singkat. Saya yakin Nindya Karya mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik sehingga Galeri Nasional Indonesia semakin banyak dikunjungi masyarakat,” ujar Fadli Zon.

Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia tidak sekadar berorientasi pada pembaruan fisik bangunan. Lebih jauh, proyek ini diarahkan untuk memperkuat peran Galeri Nasional sebagai ruang apresiasi, edukasi, konservasi, sekaligus pengembangan seni dan budaya Indonesia.

Peningkatan kualitas dan kapasitas fasilitas diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih baik terhadap berbagai kegiatan seni, mulai dari penyelenggaraan pameran, pengelolaan dan pelestarian koleksi, kegiatan edukasi, hingga beragam aktivitas publik. Kehadiran fasilitas yang lebih nyaman, aman, dan inklusif juga diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinteraksi dan menikmati karya seni.

Dengan demikian, Galeri Nasional Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan pameran karya seni, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang hidup, tempat seniman, karya, komunitas, dan masyarakat dapat saling berinteraksi. Revitalisasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat apresiasi masyarakat terhadap seni dan kebudayaan nasional serta meningkatkan daya tarik Galeri Nasional sebagai salah satu destinasi budaya di Jakarta.

Sebagai kontraktor pelaksana, PT Nindya Karya (Persero) berkomitmen mengerahkan sumber daya, pengalaman, serta kompetensi terbaik dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Aspek mutu, ketepatan waktu, keselamatan konstruksi, dan keandalan hasil pekerjaan menjadi bagian penting yang terus dijaga selama proses revitalisasi berlangsung.

Melalui proyek ini, Nindya Karya tidak hanya membangun dan memperbarui sebuah kawasan fisik. Lebih dari itu, perusahaan turut mengambil bagian dalam menghadirkan ruang yang mempertemukan seni dengan masyarakat, mempertemukan karya dengan penikmatnya, serta membuka ruang yang lebih luas bagi tumbuhnya kreativitas dan apresiasi budaya.

Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia menjadi wujud nyata bahwa pembangunan infrastruktur memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Infrastruktur bukan semata tentang bangunan dan fasilitas, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang memberikan nilai bagi manusia, memperkuat identitas budaya, dan menjaga warisan bangsa agar tetap hidup serta relevan bagi generasi mendatang.

Melalui karya tersebut, PT Nindya Karya (Persero) kembali menegaskan perannya dalam pembangunan Indonesia, tidak hanya melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kontribusi terhadap pembangunan ekosistem seni dan budaya yang menjadi bagian penting dari jati diri bangsa.