KABARIKA.ID, JAKARTA — Indonesia kini punya buku sejarah baru hasil penulisan ulang sejarah Indonesia. Buku yang dibesi judul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global itu, ditulis secara kolaboratif oleh 123 sejarawan dan peneliti, terdiri dari 10 jilid plus satu jilid prakata dan pustaka dengan ketebalan 7.900 lebih halaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita baiknya, dalam waktu kurang lebih dua bulan ke depan masyarakat Indonesia dapat mengakses buku tersebut secara gratis dalam bentuk Pdf.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon akan membuka akses gratis bagi masyarakat terhadap buku Sejarah Indonesia yang baru diluncurkan pada petengahan Desember 2025, mulai Februari 2026.
“Kita sedang finalisasi. Kalau sudah rapi dan beres, dalam bentuk PDF-nya pasti gratis karena ini dibiayai oleh APBN,” ujar Menbud Fadli dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (9/01/2026).
Ia menjelaskan, e-book Sejarah Indonesia akan didistribusikan melalui laman resmi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Hal ini dilakukan agar dapat diakses dan dibaca oleh masyarakat luas.

Fadli juga membuka kemungkinan pendistribusian melalui situs-situs mitra lainnya guna memperluas jangkauan pembaca.
Menbud menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana pencetakan versi fisik buku sejarah tersebut secara massal.
“Sebagaimana kita ketahui, biaya pencetakan buku saat ini cukup tinggi. Buku ini juga berukuran besar sehingga jika dicetak atau dijual, harganya tentu akan mahal,” tandas Fadli.
Ia berharap, kebijakan ini dapat memperluas akses publik terhadap pengetahuan sejarah nasional, sekaligus memperkuat literasi kebudayaan di berbagai lapisan masyarakat.
Buku sejarah baru ini mengulas perjalanan sejarah Indonesia, sejak perjalanan awal Nusantara, hingga situasi termutakhir pasca-reformasi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud, Restu Gunawan mengatakan, penerbitan buku sejarah Indonesia yang baru ini merupakan bagian dari instrumen pembentukan karakter dan indentitas bangsa.
“Penerbitan buku ini merupakan bagian integral dari upaya pemajuan kebudayaan nasional. Penyusunan buku ini menghasilkan 7.958 halaman dalam 11 jilid,” ujar Restu kepada wartawan usai peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikdasmen, Minggu (14/12/2025) lalu.
Proses penyusunan buku tersebut dilakukan melalui serangkaian tahapan yang ketat dan terukur.
Hal tersebut mencerminkan komitmen kuat penyusun terhadap akurasi data serta kualitas substansi yang disajikan kepada pembaca.
Deskripsi Singkat
Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, ditulis oleh 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan 11 penulis dari lembaga non-perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Kemudian ditelisik 20 editor jilid dan tiga editor umum, yakni Prof. Dr. Susanto Zuhdi (Universitas Indonesia), Prof. Dr. Jajat Burhanudin (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Prof. Dr. Singgih Sulistiyono (Universitas Diponegoro).
Ke-10 jilidnya meliputi sejarah panjang bangsa Indonesia sedari awal. Menurut editor umum Singgih, 10 jilid plus 1 jilid “Faktaneka dan Indeks” mencoba menarasikan proses “menjadi Indonesia” yang dimulai dari periode yang sangat awal.
Pada jilid 1, Akar Peradaban Nusantara. Kemudian jilid 2, Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan dengan India, Tiongkok, dan Persia. Lalu bersenyawa dengan jilid 3, Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah.
“Dari jilid satu terjadi komunikasi dan interelasi di antara berbagai macam suku bangsa di Indonesia. Kemudian juga berinteraksi dengan dunia global yang kemudian akhirnya disusul juga karena kegiatan perdagangan, pelayaran. Akhirnya kita terlibat secara aktif di dalam perdagangan dan pelayaran internasional dengan India, China, dan Persia. Kemudian juga disusul dengan jejaring pelayaran dan maritim dengan Timur Tengah sehingga menghasilkan kebudayaan Indonesia, kebudayaan Nusantara yang sangat khas dan berbeda dengan kawasan lain,” papar Singgih. (*/rus)
