KABARIKA.ID, STOCKHOLM — Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia memutuskan pada hari Senin (12/10/2026) untuk menganugerahkan Penghargaan Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi kepada dua warga Amerika Serikat, yakni Robert E. Hall dan Michael Woodford.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghargaan Sveriges Riksbank adalah nama resmi dari Hadiah Nobel Ekonomi. Penghargaan ini tidak didirikan oleh Alfred Nobel.

Penghargaan tersebut dibentuk oleh bank sentral Swedia pada tahun 1968 dan dianugerahkan untuk mengenang sosok Alfred Nobel.

“Para penerima penghargaan ini telah membantu kita meredam fluktuasi ekonomi, baik saat ekonomi memuncak maupun saat merosot. Model mereka sangat bermanfaat dalam menangani penurunan ekonomi yang berdampak pada kita,” demikian pernyataan Akademi tersebut.

John Hassler, ketua Komite Hadiah Ilmu Ekonomi, mengatakan bahwa karya mereka telah memberikan landasan teoretis yang stabil bagi model-model yang kini digunakan oleh bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia.

“Berkat karya mereka, kita memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi guncangan ekonomi, seperti krisis energi atau perubahan mendadak dalam tingkat konsumsi rumah tangga,” kata Hassler.

Berdasarkan model-model ini, langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter yang diambil pada waktu yang tepat dapat meredam fluktuasi ekonomi, baik lonjakan maupun kemerosotan ekonomi.

Alih-alih menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang disebut “makroekonomi”, seperti inflasi, produksi, dan konsumsi, Hall dan Woodford beralih ke “mikroekonomi” untuk memahami bagaimana keputusan individu dan rumah tangga dapat memengaruhi perekonomian.

Inti dari model mereka adalah pemahaman bahwa rumah tangga dan dunia usaha bersifat berorientasi ke masa depan saat mengambil keputusan mengenai tabungan atau penentuan harga produk.

Menurut pihak Akademi Swedia, pemerintah dan bank sentral dapat memengaruhi pandangan mengenai masa depan ini saat mengomunikasikan rencana kebijakan fiskal dan moneter masing-masing, sehingga mampu mengarahkan perekonomian ke jalan yang tepat.

Perekonomian ditandai oleh siklus naik-turun yang bergantian. Sejak ekonom John Maynard Keynes meluncurkan teorinya hampir seabad yang lalu, kebijakan stabilisasi menjadi hal penting untuk mengatasi fluktuasi tersebut.

Selama masa resesi, perekonomian didorong dengan cara menurunkan suku bunga dan meningkatkan defisit anggaran, sementara langkah sebaliknya perlu dilakukan untuk memperlambat ekonomi yang sedang tumbuh pesat (booming).

Namun, selama krisis minyak tahun 1970-an, model-model Keynesian yang menjadi pedoman mengenai kapan dan bagaimana langkah-langkah tersebut harus diterapkan tampaknya tidak lagi berfungsi.

Model-model itu tidak mengurangi pengangguran, melainkan justru memicu inflasi yang tak terkendali.

Negara-negara Barat mengalami satu dekade dengan pertumbuhan rendah, pengangguran tinggi, dan inflasi tinggi.

Banyak pihak beranggapan bahwa kebijakan stabilisasi lebih banyak membawa dampak buruk daripada manfaat dan sebaiknya ditinggalkan.

Robert E. Hall dan Michael Woodford dianugerahi penghargaan Nobel Bidang Ekonomi tahun ini karena menunjukkan bagaimana model ekonomi dapat direkonstruksi untuk menghidupkan kembali kebijakan stabilisasi.

Sejak diperkenalkan, model-model baru ini sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai penurunan ekonomi yang telah kita alami.

Robert E. Hall, lahir pada tahun 1943 di Palo Alto, California, AS. Meraih gelar PhD pada tahun 1967 dari Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, AS. Profesor di Universitas Stanford, California, AS.

Michael Woodford, lahir pada tahun 1955 di Chicopee, Massachusetts, AS. Meraih gelar PhD pada tahun 1983 dari Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, AS. Profesor di Universitas Columbia, New York, AS.

Besaran hadiah yang diberikan adalah 12 juta krona Swedia. Hall dan Woodford masing-masing akan menerima hadiah uang sebesar 6 juta krona Swedia (setara dengan 598.000 dolar AS).

Total individu yang telah menerima Penghargaan Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi atau Hadiah Nobel Bidang Ekonomi, kini mencapai 101 orang, dan hanya tiga di antaranya adalah perempuan.

Kurang dari separuh penghargaan yang diberikan sejak tahun 1969 hanya dianugerahkan kepada satu orang penerima saja.

Penghargaan bidang ekonomi ini menjadi penutup rangkaian Penghargaan Nobel tahun 2026 ini. (rus)