KABARIKA.ID, DOHA — Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mendesak negara-negara di dunia, terutama negara Barat, untuk berhenti menggunakan standar ganda, dan secara tegas menghukum Israel atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukakannya di Gaza, Palestina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Al-Thani berbicara pada hari Minggu (14/09/2025) dalam pertemuan persiapan pertemuan puncak atau KTT darurat para pemimpin Arab dan Islam, yang diselenggarakan oleh Qatar setelah Israel melakukan serangan udara terhadap para pemimpin Hamas di Doha.
“Waktunya telah tiba bagi komunitas internasional untuk berhenti menggunakan standar ganda dan menghukum Israel atas semua kejahatan yang telah dilakukannya, dan Israel perlu tahu bahwa perang pemusnahan yang sedang berlangsung yang sedang dialami oleh saudara-saudara kita, Palestina, dan yang bertujuan untuk mengusir mereka dari tanah mereka, tidak akan berhasil,” ujar PM Al-Thani.
Ia menambahkan, Doha tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Mesir dan AS untuk mencapai gencatan senjata dalam perang yang telah menghancurkan Jalur Gaza.
Namun demikian, Al-Thani menegaskan bahwa serangan Israel yang menewaskan enam orang, lima anggota Hamas dan seorang anggota pasukan keamanan Qatar setempat, merupakan serangan terhadap prinsip mediasi itu sendiri.
“Serangan iioni lebih tepat disebut sebagai terorisme negara, sebuah pendekatan yang ditempuh oleh pemerintah ekstremis Israel saat ini, yang melanggar hukum internasional,” ujar PM Al-Thani.
Agresi Israel yang sembrono dan berbahaya, lanjut Al-Thani, dilakukan ketika negara Qatar sedang menjadi tuan rumah negosiasi resmi dan sepengetahuan pihak Israel sendiri, dengan tujuan mencapai gencatan senjata di Gaza.
Pertemuan persiapan para menteri luar negeri untuk KTT gabungan darurat Arab-Islam, akan dimulai pada Ahad depan (21/09/2025) di Doha di bawah kepemimpinan PM Al-Thani.

KTT tersebut akan membahas rancangan pernyataan terkait serangan Israel terhadap Qatar, pada Selasa (9/09/2025), yang menargetkan kediaman beberapa pejabat Hamas di Doha.
Para pemimpin dunia Arab dan Islam mengutuk serangan udara Israel tersebut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Qatar dan hukum internasional.
Para Menteri Luar Negeri (Menlu) dari negara-negara anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan menghadiri KTT pada hari Ahad mendatang, termasuk Menlu Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan.
Sementara itu, Kemlu Arab Saudi mengecam serangan Israel ke Doha pekan lalu dan menyebutnya sebagai tindakan agresif.
Ia menegaskan kembali solidaritas Kerajaan dengan Doha, sambil menekankan perlunya komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya itu. (rus)
