KABARIKA.ID, OSLO — Komite Nobel Norwegia akan mengumumkan penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025 pada Jumat (10/10/2025) pukul 09:00 GMT waktu Oslo atau pukul 18:00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nama penerima Hadiah Nobel Perdamaian yang paling dinantikan dari semua kategori Nobel bergengsi itu.
Hadiah Nobel Perdamaian akan diumumkan sehari setelah kesepakatan gencatan Gaza disetujui oleh delegasi Israel dan Hamas di Mesir.
Presiden AS Donald Trump punya peran besar dalam prakarsa tercapainya gencatan senjata terbaru perang Gaza.
Namun, kemungkinan terlambat bagi Trump untuk memiliki kesempatan memenangkan penghargaan yang sangat ia inginkan tersebut, yakni Hadiah Nobel Perdamaian.
Komite Nobel Norwegia saat ini melakukan hitungan mundur untuk menentukan dan mengumumkan nama pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang paling dinantikan. Menurut jadwal pengumuman akan dilakukan pada pukul 11:00 (09.00 GMT) di ibu kota Oslo atau pukul 18:00 WIB, hari Jumat ini.
Pengumuman ini akan disampaikan hanya beberapa jam setelah Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera yang dapat membantu mengakhiri perang lebih dari dua tahun di Gaza.

Meskipun tekanan Trump terhadap kedua belah pihak dianggap penting bagi terobosan ini, kesepakatan tersebut mungkin datang terlambat bagi Komite Nobel untuk mempertimbangkannya dalam penentuan pemenang tahun ini.
Lima anggota Komite Nobel mengadakan pertemuan terakhir mereka pada hari Senin (6/10/2025), ketika mereka memberikan sentuhan akhir pada pernyataan yang akan mereka rilis yang menjelaskan pilihan mereka. Biasanya diputuskan beberapa hari sebelum pertemuan terakhir mereka.
Sejarawan dan pakar Hadiah Perdamaian, Asle Sveen mengatakan, kesepakatan Gaza sama sekali tidak berpengaruh terhadap pemilihan peraih Nobel Perdamaian 2025 karena Komite Nobel telah membuat keputusannya.
“Trump tidak akan memenangkan hadiah tahun ini. Saya 100 persen yakin,” ujar Sveen.
Ia menambahkan, Trump telah lama memberi kebebasan kepada PM Israel, Benjamin Netanyahu untuk mengebom Gaza dan memberikan bantuan militer yang signifikan kepada tentara Israel.
8 Perang Dalam 9 Bulan Terpecahkan
Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya pada bulan Januari, pemimpin AS tersebut telah berulang kali menegaskan bahwa ia pantas menerima Nobel atas perannya dalam menyelesaikan berbagai konflik, sebuah klaim yang menurut para ahli terlalu dibesar-besarkan.
Ditanya oleh AFP pada hari Kamis (9/10/2025) tentang perkiraan peluangnya untuk memenangkan hadiah Nobel Perdamaian, Trump menjawab: “Saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, sungguh. Tapi saya tahu ini, bahwa tidak ada seorang pun dalam sejarah yang telah menyelesaikan delapan perang dalam periode sembilan bulan. Dan saya telah menghentikan delapan perang. Itu belum pernah terjadi sebelumnya, dan Gaza adalah yang terbesar dari semuanya,” ujar Trump.
Namun di Oslo, para ahli bersikeras bahwa ia tidak memiliki peluang, dengan mencatat bahwa kebijakan “America First”-nya bertentangan dengan cita-cita Hadiah Perdamaian, sebagaimana tercantum dalam surat wasiat Alfred Nobel tahun 1895 yang menciptakan penghargaan tersebut.
Tidak Ada Favorit yang Jelas
Spekulasi marak tentang siapa yang akan mendapatkan nominasi tahun ini, dengan 338 individu dan organisasi yang dinominasikan. Selama 50 tahun daftar nama calon penerima selalu dirahasiakan.
Tanpa favorit yang jelas, beberapa nama telah beredar di Oslo hari-hari terakhir ini.
Ruang Tanggap Darurat Sudan —sebuah jaringan relawan yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk memberi makan dan membantu orang-orang yang menderita perang dan kelaparan— telah disebutkan, begitu pula Yulia Navalnaya, janda kritikus Kremlin Alexei Navalny, dan pengawas Pemilu dari Kantor untuk Lembaga Demokratik dan Hak Asasi Manusia.
Komite Nobel juga dapat memilih seorang peraih Nobel yang berpotensi menghadapi kritik dari AS.
Hal itu dapat terjadi jika Komite Nobel memilih untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap tatanan dunia yang saat ini ditentang oleh Trump, misalnya dengan memberikan penghargaan tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, atau badan PBB seperti badan pengungsi UNHCR atau badan bantuan Palestina UNRWA.
Komite Nobel juga dapat memberikan lampu hijau kepada pengadilan internasional, seperti Mahkamah Internasional atau Mahkamah Pidana Internasional, atau memperjuangkan kebebasan pers yang saat ini sedang diserang dengan memberikannya kepada Komite untuk Melindungi Jurnalis atau Reporter Tanpa Batas.
“Yang pasti adalah akan ada seorang pemenang tahun ini,” ujar juru bicara Institut Nobel, Erik Aasheim, sebagaimana dilansir AFP.
Pernyataan itu disampaikan untuk menepis spekulasi bahwa komite dapat memutuskan untuk tidak memberikan hadiah tersebut mengingat situasi geopolitik yang suram.
Tahun lalu, penghargaan tersebut diberikan kepada Nihon Hidankyo, sebuah kelompok penyintas bom Hiroshima dan Nagasaki yang berkampanye melawan senjata nuklir.
Hadiah Nobel Perdamaian terdiri dari sebuah piagam, medali emas, dan cek senilai $1,2 juta.
Setelah penghargaan Nobel untuk bidang kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan perdamaian yang diberikan minggu ini, penghargaan Nobel ekonomi pada hari Senin nanti, akan menutup musim Nobel 2025. (rus)
